×
Mengenal Format RAW Dan Perbandingannya Dengan Format JPEG
Olah Digital

Mengenal Format RAW dan Perbandingannya Dengan Format JPEG

Kembali1 of 2

RAW juga dikenal sebagai “digital negatives” adalah file gambar “hampir proses” yang bersumber langsung dari sensor kamera. Format RAW ini benar-benar “mentah”, seperti bahan makanan yang perlu dipersiapkan dan dimasak sebelum disajikan. Tidak seperti file JPEG yang dapat dengan mudah dibuka, dilihat dan dicetak oleh sebagian besar software editing, sedangkan RAW merupakan format properti yang terkait dengan produsen kamera dan sensor, dan karena itu tidak didukung oleh beberapa software.

Adapun pertanyaan umum yang sering diajukan oleh pemula tentang mana yang lebih baik untuk digunakan apakah format RAW atau JPEG jawabannya adalah tergantung tujuan dan kebutuhan fotografi Anda. RAW maupun JPEG masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan. Memang ada beberapa fotografer yang menetapkan pilihan untuk selalu menggunakan file RAW tapi bukan berarti RAW unggul dalam segala hal.

Hubungan RAW Dengan Olah Digital

Salah satu kegunaan yang paling dibutuhkan dari file RAW ini adalah pada tahap olah digital atau pengeditan gambar. File RAW ini membawa sejumlah data sesuai setingan kamera Anda, yang bisa Anda ubah melalui sofware khusus pengolah file RAW. Oleh sebab itu 1 file RAW biasanya memiliki kapasitas sekitar 30-60MB yang jauh lebih besar dari file JPEG.

Adapun data yang bisa Anda ubah dalam pengolahan file RAW adalah white balance, picture style, eksposur secara keseluruhan, dan beberapa lainnya sesuai pengaturan di kamera Anda. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pengolahan / pengeditan file RAW sama saja dengan Anda mengoreksi / membetulkan kembali beberapa pengaturan yang Anda gunakan saat memotret. Misalkan: ketika Anda memotret sebuah momen yang bagus tapi sayangnya Anda salah menggunakan white balance, maka Anda bisa membetulkan kekeliruan tersebut dalam proses olah digital. Itulah keunggulan file RAW yang tidak bisa dilakukan pada file JPEG.

Apa ini sebuah keuntungan? Ya, ini adalah keuntungan dalam pengolahan gambar dengan menjaga agar gambar tetap dalam kemasan orisinil, tidak dimodifikasi, dan bukannya manipulasi seperti yang dilakukan oleh photoshop. Jika Anda ingin melakukan pengeditan secara ekstrim seperti memanipulasi gambar menggunakan photoshop, maka sebaiknya gunakan saja format JPEG.

Akan tetapi tidak semua software bisa menerima file RAW, oleh sebab itu setiap produsen kamera membekali software khusus pengolah file RAW yang disimpan pada disc dalam paket kamera yang akan dijual. Apakah Anda masih menyimpan disc tersebut? Sebaiknya cari sekarang, jangan sampai hilang ya!!

Hubungan RAW Dengan Data EXIF

File RAW maupun JPEG menyimpan sejumlah informasi spesifik (metadata) seperti perlatan yang digunakan serta informasi terkait terbentuknya sebuah gambar, yang disebut sebagai data EXIF. Informasi ini memuat keterangan antara lain: jenis kamera atau lensa yang digunakan, nilai ISO, shutter speed, diafragma, white balance, metering, dan masih banyak lagi. Untuk melihat informasi data EXIF sebuah gambar melalui laptop Anda cukup dengan mengklik kanan pada gambar, pilih “Properti“, kemudian pilih tab “Detail“.

Apa hubungannya dengan file RAW? Ketika Anda mengolah file JPEG melaui software editing apapun itu, mungkin Anda bisa leluasa mengedit sesuka hati, akan tetapi gambar Anda bukan orisinil lagi dan beresiko kehilangan informasi data EXIF. Beda halnya dengan pengolahan file RAW bersama sofware khususnya, memang pengolahannya terbatas tapi orisinil gambar dan data EXIF masih terjaga. Hal itu karena sofware memang hanya menyediakan fitur pengeditan yang hanya sesuai pengaturan pada kamera Anda. Inilah yang saya maksud dari pernyataan saya sebelumnya (baca paragraf kedua di atas) bahwa pemilihan antara file RAW atau JPEG itu adalah “sesuai tujuan dan kebutuhan fotografi Anda”. Jika Anda ingin menghasilkan karya-karya yang masih terkesan original maka RAW adalah pilihannya.

Apakah Anda sering mengikuti lomba fotografi? Ini juga disebut tujuan dalam memotret. Banyak aturan lomba yang membolehkan pengeditan gambar terbatas atau seperlunya saja (bukan manipulasi) seperti membetulkan kecerahan, ketajaman dan cropped. Oleh sebab itu fotografer yang berpengalaman pasti akan menggunakan file RAW saat mengambil gambar (yang kemudian dikonversi menjadi JPEG) untuk diikutkan dalam lomba. Karena file RAW sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan lomba dan masih dapat menjaga informasi data EXIF yang biasanya dijadikan sebagai pertimbangan oleh juri lomba saat menilai sebuah gambar.

Sebaliknya, jika kebutuhan fotografi Anda katakanlah sebagai fotografi pernikahan maka cocoknya Anda menggunakan file JPEG. Mengingat pemotretan pernikahan selalunya menghasilkan jumlah foto yang sangat banyak, maka jika Anda menggunakan file RAW dengan sizenya yang sangat besar bisa memakan banyak tempat di memori kamera Anda, dan memori akan menyimpan lebih sedikit gambar RAW ketimbang gambar JPEG.

Kembali1 of 2