×
Retouch Gambar Interior dengan Lightroom dan Photoshop
Olah Digital

Cara Retouch Gambar Interior Dengan Lightroom Dan Photoshop

Fotografer freelance, Samuel Zeller membagi tips dari pengalamannya yang memotret interior untuk brand asal Swiss yang dikenal VIU Eyewear. Mereka menghubungi Samuel untuk membuatkan tiga gambar kebutuhan situs web / jejaring sosial mereka. Satu-satunya aturan yang diminta adalah tetap menggunakan gaya yang sama dari gambar yang telah ada pada halaman “store” mereka (sesuatu yang sangat sederhana, putih dan bercahaya dengan penekanan pada desain interior toko). Maka kali ini kami akan menunjukan bagaimana cara Samuel mengambil gambar lalu mengeditnya.

Pengambilan Gambar

Lokasi toko berada di Jenewa, Swiss. Samuel menggunakan Fujifilm X-Pro2 dengan dua lensa utama, XF16mm f/1.4 dan XF35mm f/1.4, serta tripod Cullmann dengan kepala bola Benro B4. Untuk pekerjaan semacam ini, Anda tidak benar-benar membutuhkan lensa zoom karena Anda dapat bergerak dan Anda tetap menggunakan tripod.

Ini bukan toko khusus, melainkan toko di dalam toko, jadi Samuel harus bisa merefleksikan itu, oleh sebabnya dia menangkap sebagian frame untuk toko-toko di sekitarnya (untuk menunjukkan tempat brand itu ada dalam toko lain). Berikut adalah beberapa gambar yang diambil Samuel, yang berwarna merah adalah gambar akhir, sedangkan yang biru hanya memiliki gaya dasar dan white balance yang diterapkan.

Mengedit dengan Lightroom

Berikut ini salah satu gambar RAW yang diimpor di Lightroom (file .RAF terkompresi, Samuel tidak menggunakan DNG). Anda dapat melihat white balance sedikit salah, karena Samuel menggunakan white balance dengan Kelvin di 3600K. Tapi itu bukan masalah besar. Samuel mengatur lensa XF16mm ke bukaan f/11 pada sebagian besar gambar karena dua alasan, yang pertama bahwa dia ingin sedikit cahaya di sekitar highlights, dan yang kedua karena lensa yang ia gunakan jika telah melampaui f/11 maka ketajamannya mulai soft dari ujung ke ujung, sementara gambar arsitektur harus menunjukan detail yang cukup.

Samuel juga telah mengatur exposure compensation ke nilai -1EV agar tidak meledakkan highlight menjadi sangat terang. Ia juga menggunakan mode metering multi dan menggunakan timer 2s untuk memastikan tidak ada guncangan saat menekan tombol rana. Sekarang mari kita lihat apa yang perlu diperbaiki pada gambar pertama.

Sebelum mulai mengedit lebih lanjut warna / tone / cahaya dll, Samuel selalu memulai dengan menghapus hal-hal yang tidak diperlukan dalam gambar.

Hal pertama dan mungkin yang paling penting terutama untuk interior: perbaiki keseimbangan (balance) untuk vertikal (lihat kolomnya dalam gambar di atas, tidak lurus). Untuk itu gunakan tab Transform di bawah Develop dalam aplikasi Lightroom atau gunakan DxO Viewpoint atau plugin photoshop. Setelah selesai, Anda dapat mulai mengedit sisanya.

Di sini Samuel memindahkan banyak benda, detektor api, speaker di langit-langit, goresan di lantai, pelat listrik di kanan bawah, beberapa monitor juga memiliki cacat dan pelat logam kecil (untuk memasang panel kaca). Sebelum mengambil gambar, ia juga memastikan bahwa semua kacamata berbaris dengan benar dan tidak ada apa pun di atas meja (berkas-berkas dan pot bunga juga dihilangkan) dan kursi-kursi berbaris teratur di bawah meja. Jika Anda dapat memperbaikinya sebelum mengambil bidikan, maka lakukanlah, itu lebih baik lagi.

Untuk menghapus elemen pertama, samuel mulai di Lightroom dengan tool spot removal, dan untuk hal-hal yang lebih sulit ia pindah ke Photoshop.

Tips: nonaktifkan noise reduction dan sharpening ketika Anda mengedit gambar di Lightroom karena memperlambat semua pekerjaan. Buat satu preset yang menerapkan penajaman / pengurangan noise default dan satu preset yang mematikannya, sehingga Anda dapat dengan cepat mengaktifkan / menonaktifkannya.

Local Adjustment

Seperti yang Anda lihat, peran local adjustment yang ia buat terutama untuk memperbaiki bagian shadow pada gambar, untuk menambahkan cahaya pada bagian yang kurang cahaya (Samuel tidak menggunakan lampu flash).

Karena ia memotret dengan ISO 200 dan karena file Fujifilm adalah ISO-Invarian, Samuel dapat dengan mudah menaikkan eksposur dan shadow tanpa menimbulkan terlalu banyak noise.

Berikut pengaturan gambarnya untuk hal-hal dasar: memperbaiki WB, meningkatkan sedikit eksposur, hightlight dan bayangan yang disimpan dan mengurangi cor warna oranye / kuning. Dalam hal penajaman, Samuel menggunakan file Fujifilm “RAF” sehingga ia tidak perlu mengubah apa pun, juga tidak perlu mengurangi noise (ISO 200). Ia mengatur kalibrasi kameranya ke Classic Chrome.

Mengedit dengan Photoshop

Setelah pengeditan gambar di Lightroom dan gambar diekspor menjadi file TIFF 16bit , salanjutnya gambar tersebut diolah lagi menggunakan Photoshop. Samuel sebenarnya mengekspor dua file, satu file yang Anda lihat di atas (yang masih memiliki warna kuning yang kuat) dan satunya lagi versi yang sangat mendekati “hitam dan putih”. Berikut perbedaan antara dua gambar tersebut:

Dengan memiliki dua variasi gambar yang sama pada dua layer, Samuel mudah saja mengembalikan sebagian tone kuning dan hangat dari gambar 1 ke gambar 2. Gambar di bawah adalah contohnya, pada tampilan di sebelah kanan. Hal pertama yang ia lakukan adalah menambahkan lebih banyak cahaya di bagian atas subjek LCD. Tapi ia juga membuat “mask” untuk mengembalikan warna yang tepat pada kacamata. Perhatikan bagaimana kacamata lebih menonjol dalam gambar yang tepat, itu karena mereka memiliki saturasi lebih.

Sama halnya dengan lantai kayu dan kaki kursi / meja. Samuel menggunakan warna lantai dari gambar 1 dan menerapkannya ke gambar 2.

Sepertinya hanya detail-detail kecil, tetapi ketika Anda melihat keseluruhan gambar akhir, itu benar-benar membuat perbedaan.

Selanjutnya yang harus Samuel lakukan adalah mengubah tampilan layar TV. Kliennya memberikan Samuel file .jpeg sederhana di bawah ini:

Hal pertama yang harus dilakukan Samuel adalah membuat ukuran / rasio yang sama dari ukuran layar TV dalam gambar. Kemudian ia mengubah gambar layar tersebut menjadi smart object, caranya klik dua kali pada gambar untuk membukanya kemudian tempelkan gambar pada layar TV. Setelah itu, ia mengeditnya menggunakan transform > perspective (atau torsion, atau free deform) untuk menyesuaikan kepada perspektif dan ukuran layar TV.

Di bawah ini Anda akan melihat sebelum dan sesudahnya. Cara di atas tidak sesederhana copypaste > deform. Samuel memastikan untuk menjaga ketidaksempurnaan kecil di sekitar layar, dan ia kembali menutupi refleksi dan highlight. Karena tanpa ketidaksempurnaan tersebut dan tanpa refleksi itu akan jelas terlihat sebagai layar palsu. Samuel juga mengubah kontras / lightness, mengaburkan layar sedikit dan menambahkan noise (untuk mencocokkan dengan gambar asli).

Perhatikan bagaimana Samuel menjaga refleksi dan highlight dalam gambar dan hasil menipulasinya terlihat natural. Dan itu dilakukan atas permintaan klien, jadi jangan lakukan hal yang sama jika klien Anda tidak meminta merubah apapun dalam gambar.

Tips: jika memungkinkan, minta orang-orang dalam toko untuk mematikan layar TV, dengan cara itu Anda akan memiliki layar hitam yang hanya berisi pantulan lampu sorot / benda-benda lainnya. Dengan begitu akan memudahkan Anda mengedit layar TV dengan tetap menjaga apa yang direfleksikan oleh layar TV.

Gambar Akhir

Berikut gambar sebelum dan sesudah diedit (gambar final):

Mengekspor untuk Web

Samuel menyimpan file JPEG 1600px untuk digunakan pada portofolionya dan ia ingin mereka menjadi sangat tajam, seperti benar-benar garing.

Di Photoshop Anda dapat melakukan “save for the web” lalu memasukkan 1600px untuk lebar dan atur kualitas gambar ke “bicubic sharper“. Di Lightroom Anda hanya dapat mengekspor sebagai JPEG dan mengatur “output sharpening” ke “screen” dan menggunakan low atau standard.

Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih tajam dari ini, Anda dapat menggunakan Intensify yang ada pada Mac. Atur ketajaman mikro menjadi 100% dan tambahkan beberapa kontras mikro (Mag menyebutnya “pro contrast”). Ini tidak akan membuat perbedaan besar tetapi Anda pasti memiliki gambar yang lebih detail.

Preset Gratis

Samuel sendiri sering membuat preset Lightroom untuk klien yang berbeda, tidak terkecuali pekerjaannya yang ini. Ia telah meluangkan waktu untuk membuat 12 preset membagikannya secara gratis. Preset tersebut awalnya dirancang untuk file kamera Fujifilm tetapi Anda dapat menggunakannya dengan model kamera lain juga (tersedia 12 kurva tone yang disertakan dalam preset). Silahkan klik di sini untuk mengunduh semuanya.

Samuel Zeller adalah fotografer freelance yang berbasis di Swiss, duta besar untuk Fujifilm dan editor majalah Fujifeed. Anda dapat menghubungnyai di sini dan ikuti pekerjaannya yang terbaru. Semua gambar di atas memiliki Hak Cipta © Samuel Zeller.