×
5 Tips Fotografi Pernikahan (Wedding) Untuk Pemula 04
Pemula

5 Tips Fotografi Pernikahan (Wedding) Untuk Pemula

Sheldon Evans, seorang yang bekerja penuh waktu sebagai fotografer pernikahan dan telah memotret sekitar 30 hingga 40 pernikahan dalam setahun. Evans akan menghabiskan akhir pekannya untuk syuting dan selama seminggu untuk mengedit, menanggapi email, menulis posting blog, dan melakukan hal-hal yang sangat penting terkait bisnis lainnya seperti membuat video untuk saluran YouTube miliknya. Adapun artikel ini disusun memuat kiat-kiat dari Evans untuk bagaimana memulai fotografi pernikahan (wedding photography).

Dapat dikatakan bahwa tips dalam artikel ini berasal dari seseorang yang memiliki pengalaman tentang apa yang diharapkan ketika Anda terjun ke dunia fotografi pernikahan profesional.

Tips #1: Jangan terburu-buru!

Evans telah melihat banyak saran buruk yang beredar akhir-akhir ini di Youtube dari fotografer yang menyarankan bahwa jika Anda belum pernah mengambil foto pernikahan sebelumnya, Anda harus melakukannya! Kenapa pernyataan itu menurutnya tidak benar? Anda akan belajar cara melakukan fotografi produk, menembak orang, pasangan, dan semua acara dalam satu hari dan menghasilkan banyak uang saat Anda melakukannya.

Menurut Evans itu saran yang buruk. Alasannya yang pertama, Anda bereksperimen dengan salah satu hari yang paling penting dalam kehidupan seseorang untuk mendapatkan pengalaman dalam fotografi. Jika Anda gagal, Anda berpotensi merusak kenangan dari hari mereka dan mereka tidak akan memiliki kesempatan dan gambar lainnya untuk mengingat momen penting mereka.

Photo Credit © Sheldon Evans

Kedua, dalam fotografi, nama Anda adalah segalanya. Nama Anda adalah brand pribadi Anda, jadi jika Anda membuat kekacauan pernikahan seseorang, Anda akan merusak nama Anda sendiri dan sulit untuk memulihkannya.

Sebagai gantinya, Evans menyarankan untuk menghubungi fotografer profesional yang Anda kenal dan tanyakan apakah Anda dapat membantu mereka di salah satu orderan mereka. Mereka mungkin akan senang mendapat bantuan dari Anda kecuali mereka sudah memiliki orang lain. Mereka mendapatkan fotografer cadangan dan Anda mendapatkan pengalaman. Ini sama-sama menguntungkan bukan?

Tips #2: Memiliki cadangan adalah segalanya

Fotografi pernikahan dan fotografi pada umumnya, bisa menjadi sangat mahal dengan sangat cepat, jadi jika Anda tidak memiliki peralatan cadangan, pastikan Anda mendapatkannya terlebih dahulu. Mengapa?

Anda akan memerlukan cadangan, segalanya, mulai dari lensa, body kamera hingga kartu, baterai, dan lampu flash. Apa pun bisa terjadi pada hari pernikahan, dan Anda sebagai penyedia jasa yang mendapat kepercayaan sudah harus siap dengan peralatan tempur Anda.

Photo Credit © Sheldon Evans

Salah satu cara untuk menghadapi ini adalah dengan menyewa peralatan yang belum dapat Anda beli. Ada beberapa keuntungan untuk menyewa lebih dari membeli dan itulah mengapa Evans selalu merekomendasikan ini kepada fotografer baru. Anda berkesempatan mencoba peralatan yang Anda inginkan sebelum Anda membelinya, sehingga Anda bisa melihat sendiri performa dari sebuah alat fotografi yang harganya jutaan rupiah, dan menilainya apakah alat tersebut bisa membantu pekerjaan Anda atau sebaliknya.

Tips #3: Membuat daftar bidik

Anda mungkin berpikir bahwa memiliki daftar bidik bukan gaya Anda, sebab Anda ingin menjadi seorang kreatif di pesta pernikahan, Anda memiliki ide umum di bagian belakang pikiran Anda tentang bidikan yang ingin Anda dapatkan dan Anda tidak perlu siapa pun memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan.

Cara di atas mungkin benar, tetapi terkadang tekanannya bisa terlalu banyak dan Anda bisa blank. Evans tidak mengatakan ini otomatis akan terjadi pada Anda tetapi itu pasti akan Anda alami.

Pernikahan kadang-kadang bisa sangat melelahkan dengan segala sesuatu yang sedang terjadi dalam momen yang penuh tekanan, sangat mungkin berdampak membuat Anda lupa dengan apa yang harus Anda lakukan. Jika Anda melewatkan tembakan momen penting di pesta pernikahan, tidak ada lagi penjadwalan ulang atau pemotretan ulang, Anda dapat mengambil gambar atau tidak, maka Anda harus merencanakan memang sedari awal.

Photo Credit © Sheldon Evans

Lebih baik aman daripada menyesal, lagipula membuat daftar bidik tidak memakan banyak waktu Anda, justru ini akan banyak membantu Anda.

Sebagai bonus tips kecil, Evans menyarankan kepada Anda untuk meminta pasangan yang akan menikah agar menuliskan daftar bidik untuk kelompok / keluarga kedua mempelai. Ini akan menghemat banyak waktu pada hari “H”, karena Anda tidak perlu berebut untuk memutuskan anggota keluarga mana yang harus berada dalam foto bersama. Ini bisa berlangsung lama dan Anda mungkin kehilangan waktu berharga jika Anda berencana melakukan pemotretan pasangan segera setelahnya.

Tips #4: Peninjauan lokasi

Seringkali pada hari pernikahan, tergantung pada seberapa ketat pasangan itu mengikuti jadwal yang telah disiapkan, segala sesuatunya bisa menjadi kacau dan keputusan diambil di tempat pada saat itu juga. Mungkin mereka memutuskan untuk memindahkan foto grup hingga 2 jam dan Anda tidak punya waktu untuk mencari tempat terbaik untuk menangkapnya. Anda akan terjebak dengan memilih lokasi yang ada dalam view dan harus puas dengan sesuatu yang kurang sempurna.

Photo Credit © Sheldon Evans

Untuk antisipasi, datanglah lebih awal dan berjalan di sekitar tempat pernikahan mencari lokasi terbaik dan memvisualisasikan di mana Anda akan menembak gaun, cincin, pasangan, foto grup, dll. Dengan begitu tidak perlu terburu-buru atau tidak ada tekanan sama sekali dan Anda bahkan mungkin memiliki waktu luang pada hari pernikahan untuk makan roti selai kacang yang Anda bungkus.

Tips #5: Kenali alat Anda

Anda mungkin berpikir bahwa Anda tahu mengoperasikan kamera Anda dengan sangat baik tetapi Anda tidak ingin itu menjadi hari pernikahan orang lain yang menentukan apakah Anda melakukannya dengan benar atau tidak.
Ketika segala subjek mulai bergerak di hari pernikahan dan Anda harus cepat mengekspos untuk berbagai situasi pencahayaan yang berbeda, Anda mungkin menyadari bahwa Anda sebenarnya tidak tahu kamera Anda seperti yang Anda pikirkan. Ini bisa bahaya!!

Anda harus bisa mendapat view yang tepat dan tanpa benar-benar berpikir banyak tentang view tersebut, tahu persis pengaturan mana pada kamera Anda yang perlu disesuaikan untuk diekspos dengan benar dan kemudian bagaimana mengubah pengaturan tersebut dalam hitungan detik saat Anda pindah ke adegan berikutnya.

Anda perlu tahu bagaimana mengekspos untuk situasi pencahayaan yang berbeda beda, dengan sambil berjalan tanpa melihat dari kamera Anda sehingga Anda tidak melewatkan apa pun. Untuk bagian ini, kami sarankan Anda membaca pembahasan kami mengenai jenis jenis mode pemotretan kamera (baca di sini), di antaranya ada beberapa mode yang memang diprogram khusus untuk mempermudah fotografer.

Kami harap Anda menemukan kiat-kiat ini menjadi bermanfaat. Jika Anda melakukan cara di atas, kami akan sangat menghargai jika Anda membagikan artikel ini.