×
6 Pola Pencahayaan Yang Harus Diketahui Fotografer Portrait
Pemula

6 Pola Pencahayaan Yang Harus Diketahui Fotografer Portrait

Dalam genre portrait klasik ada beberapa hal yang perlu Anda kendalikan dan pikirkan untuk membuat gambar portrait yang menarik dari subjek Anda, termasuk rasio pencahayaan, pola pencahayaan, tampilan wajah, dan sudut pengambilan gambar (angle). Kami menyarankan Anda untuk mempelajari dasar-dasar tersebut.

Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan pola pencahayaan untuk fotografi portrait, baik pemotretan di luar ruangan maupun pengembangan di dalam studio terkendali. Dan materi pola pencahayaan ini juga berkaitan dengan pengaturan pencahayaan (lighting setup), yang mana kita perlu mengatur letak / posisi lighting untuk mendapatkan pola yang diinginkan. Berikut empat pola pencahayaan yang umum digunakan pada fotografi portrait:

  • Split lighting
  • Loop lighting
  • Rembrandt lighting
  • Butterfly lighting

Ada juga pencahayaan Broad dan Short yang lebih bergaya, dan dapat dikombinasikan dengan sebagian besar pola di atas. Silahkan simak penjelasannya satu-persatu.

1. Split Lighting

Sesuai namanya, pola pencahayaan ini akan membagi wajah persis menjadi dua bagian, dengan satu sisi berada dalam cahaya, sementara sisi lainnya dalam bayangan (gelap). Sering digunakan untuk membuat gambar dramatis seperti potret seorang musisi atau seniman. Split Lighting cenderung menjadi pola yang lebih maskulin, oleh demikian itu biasanya lebih sesuai atau berlaku pada pria daripada wanita. Namun perlu diingat, tidak ada aturan yang keras dan instan, jadi kami sarankan Anda menggunakan informasi yang kami berikan di sini sebagai titik atau panduan awal.

Untuk mencapai Split Lighting, cukup meletakkan sumber cahaya 90 derajat ke kiri atau kanan subjek, dan mungkin bahkan sedikit di belakang kepala mereka. Di mana Anda menempatkan cahaya dalam kaitannya dengan subjek akan tergantung pada wajah subjek. Perhatikan bagaimana cahaya jatuh pada subjek dan sesuaikan dengan semestinya. Dalam Split Lighting yang benar, mata pada sisi yang gelap dari wajah hanya menangkap cahaya di mata saja, dan refleksi cahaya yang ditangkap oleh mata ini disebut “catchlight” (perhatikan kembali mata subjek pada gambar di atas). Jika dengan memutar wajah subjek akan lebih banyak cahaya jatuh ke pipi, mungkin wajah subjek Anda yang tidak ideal untuk pengaturan Split Lighting ini.

CATATAN: semua pola pencahayaan dapat dibentuk untuk setiap tampilan wajah (tampilan depan menampilkan kedua telinga, atau ¾ wajah, atau bahkan profil wajah). Perlu diingat bahwa sumber cahaya Anda harus mengikuti wajah subjek untuk mempertahankan pola pencahayaan. Jika subjek memutar kepalanya, pola itu akan ikut berubah. Jadi Anda dapat menyesuaikan pola hanya dengan memutar sedikit kepala subjek.

2. Loop Lighting

Loop Lighting dibentuk dengan membuat bayangan kecil dari hidung subjek yang terlihat di pipi mereka. Untuk membuat Loop Lighting, sumber cahaya harus sedikit lebih tinggi daripada angle eye-level dan sekitar 30-45 derajat dari kamera (tergantung pada subjek, Anda harus belajar cara membaca wajah orang-orang).

Perhatikan gambar subjek di atas untuk melihat di mana bayangan jatuh, dan di sisi kanannya Anda dapat melihat bayangan kecil tepat di bawah hidungnya. Dalam Loop Lighting yang benar, bayangan hidung dan pipi TIDAK bersentuhan. Pertahankan bayangan kecil dan sedikit mengarah ke bawah, tetapi sadarilah bahwa sumber cahaya Anda terlalu tinggi yang akan menciptakan bayangan aneh dan menyebabkan hilangnya daya tangkap. Loop Lighting mungkin merupakan pola pencahayaan yang paling umum atau populer karena mudah untuk membentuknya dan menyanjung kebanyakan portrait.

3. Rembrandt Lighting

Rembrandt Lighting diidentifikasi dengan adanya “segitiga cahaya” di pipi subjek. Tidak seperti Loop Lighting di mana bayangan hidung dan pipi tidak bersentuhan, dalam pencahayaan Rembrandt kedua bayangan itu bertemu, menciptakan segitiga cahaya kecil yang terperangkap di tengahnya. Untuk membuat pencahayaan Rembrandt yang tepat, pastikan mata pada sisi gelap dari wajah memiliki cahaya di dalamnya dan juga catchlight, jika tidak maka mata akan terlihat “mati” dan tidak memiliki kilauan yang bagus. Rembrandt Lighting lebih dramatis, jadi seperti Split Lighting yang menciptakan suasana hati yang lebih banyak dan nuansa yang lebih gelap pada gambar Anda.

Untuk menciptakan pencahayaan Rembrandt, subjek harus sedikit menjauh dari cahaya. Cahaya harus berada di atas ujung kepala subjek sehingga bayangan dari hidung mereka jatuh ke bawah ke arah pipi. Tidak semua wajah orang ideal untuk berhasil diterapkan pencahayaan Rembrandt. Jika mereka memiliki tulang pipi yang tinggi atau menonjol mungkin akan berhasil. Jika mereka memiliki hidung kecil atau batang hidung yang rata (pesek), itu mungkin sulit untuk dicapai. Sekali lagi, ingatlah bahwa Anda tidak harus membuat pola ini persis atau yang lain, asalkan subjek itu bisa disanjung dan suasana hati bisa Anda sampaikan, dengan begitu pencahayaan dinilai bekerja.

4. Butterfly Lighting

Tepat dinamakan demikian karena menghasilkan bayangan berbentuk kupu-kupu terlihat tepat di bawah hidung dengan menempatkan sumber cahaya utama di atas dan tepat di belakang kamera. Fotografer pada dasarnya memotret di bawah semua sumber cahaya dengan pola ini. Ini paling sering digunakan untuk pemotretan gaya glamour dan untuk menciptakan bayangan di bawah pipi dan dagu. Ini juga membuat sanjungan pada subjek yang lebih tua karena menekankan kurangnya kerutan dari pencahayaan samping (side lighting).

Butterfly Lighting diterapkan dengan meletakkan sumber cahaya tepat di belakang kamera dan sedikit di atas mata atau kepala subjek (tergantung pada orangnya). Kadang-kadang dilengkapi dengan menempatkan reflektor langsung di bawah dagu mereka, dengan subjek itu sendiri yang memegangnya! Pola ini menyanjung subjek dengan tulang pipi yang jelas atau menonjol dan wajah yang langsing. Seseorang dengan wajah bulat dan lebar akan terlihat lebih baik dengan lingkaran atau bahkan membelah untuk melangsingkan wajah mereka. Pola ini lebih sulit dibuat menggunakan cahaya jendela atau reflektor saja. Seringkali sumber cahaya yang lebih keras seperti matahari atau lampu flash diperlukan untuk menghasilkan bayangan yang lebih jelas di bawah hidung.

5. Broad Lighting

Broad Lighting tidak lebih dari sebuah pola khusus, tetapi ia adalah gaya pencahayaan. Salah satu pola cahaya berikut bisa berupa Broad atau Short: Loop, Rembrandt, Split.

Broad Lighting adalah ketika wajah subjek sedikit berpaling dari arah tengah, dan sisi wajah yang mengarah ke kamera (lebih luas) berada dalam cahaya. Ini menghasilkan area cahaya yang lebih besar di wajah, dan sisi gelap yang tampak lebih kecil. Broad Lighting terkadang digunakan untuk potret “high key”. Jenis pencahayaan ini membuat wajah seseorang terlihat lebih luas atau lebih lebar (sesuai namanya) dan dapat digunakan pada seseorang dengan wajah yang sangat langsing untuk melebarkannya. Namun kebanyakan orang ingin terlihat lebih ramping, sehingga jenis pencahayaan ini tidak akan cocok untuk wajah seseorang yang lebih lebar atau bulat.

Untuk Broad Lighting, sedikit bagian wajah subjek dihindarkan dari sumber cahaya. Tidak harus lampu flash, Anda bisa memanfaatkan sumber cahaya dari jendela untuk menerapkan pola ini. Yang terpenting, perhatikan bagaimana sisi wajah yang mengarah ke kamera memiliki cahaya terbanyak dan sedikit bayangan pada sisi wajah yang dihindarkan dari kamera. Sederhananya pola pencahayaan ini akan menerangi sebagian besar dari tampilan wajah.

6. Short Lighting

Short Lighting adalah kebalikan dari Broad Lighting. Jika sisi wajah yang mendapat lebih banyak cahaya disebut “Broad”, maka sisi wajah lainnya yang sedikit memiliki bayangan disebut “Short”.

Teknik dan pengaturannya sama seperti Broad Lighting, hanya saja dalam Short Lighting yang ditonjolkan atau yang akan diekspose kamera adalah sisi wajah yang gelap. Jadi ketika Anda sedang menerapkan Broad Lighting, cukup menggeser kepala subjek untuk menerapkan Short Lighting. Akan tetapi, terkadang juga pola ini menempatkan lebih banyak wajah dalam bayangan, yang sering digunakan untuk potret “Low Key”, atau lebih gelap.

Ingatlah masing-masing pola yang berbeda. Jangan khawatir tentang aspek lain sepereti rasio, fiil, dll. Untuk saat ini, konsentrasikan pelajaran Anda pada pola pencahayaan dasar terlebih dahulu. Gunakan cahaya dari jendela, lampu lantai dengan bohlam lepas naungan atau cahaya matahari. Kami sarankan agar Anda jangan dulu mencoba menggunakan lampu flash eksternal sampai Anda memiliki lebih banyak pengalaman, karena lebih kompleks dan menuntut Anda menguasai meteri lain termasuk pengaturan flash dan beberapa penyusaian di kamera. Tips yang bekerja paling baik adalah memulai dengan subjek yang menghadap kamera secara langsung, tidak berputar kecuali untuk membuat Broad dan Short.