×
Istilah-Istilah-Penting-Dalam-Fotografix
Pemula

Istilah-Istilah Penting Dalam Fotografi

Kembali1 of 3

Fotografi juga bidang ilmu seni yang dipenuhi banyak istilah dalam urusan teknik, kondisi, pengaturan, dll. Anda mungkin saja akan dianggap gaptek bila tidak memahami obrolan teman yang menyebutkan salah satu istilah dalam fotografi.

Bukan hanya karena alasan gaptek, tapi memahami banyak istilah dalam fotografi juga sangat membantu kita untuk merencanakan konsep pemotretan bersama tim, menganalisa foto, dan tentunya akan menjadikan Anda sebagai fotografer yang berpengalaman dan berilmu.

Berikut istilah-istilah dalam fotografi yang sangat penting untuk Anda ketahui:

A

  • A : pada kamera Nikon, simbol A terdapat pada mode pemotretan (atau disebut juga exposure mode) yang merupakan singkatan dari “Aperture Priority”.
  • AF : singkatan dari autofocus, yaitu cara kerja fokus otomatis pada lensa kamera..
  • AL servo AF : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.
  • Angle of view : Sudut pandang atau sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto.
  • Aperture / Diafragma : yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
  • Aperture priority auto exposure (A) : pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu, kecepatan rana akan bekerja otomatis.
  • Artificial light : cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
  • Auto Program Programed Auto (P) : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
  • Auto winder : motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.

B

  • Back light : Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi “rim light” atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
  • Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
  • Fotografi Birds eye view : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
  • Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik.
  • Blur : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.
  • Bottom light : Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut “base light”. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
  • Bounce Flash : Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). Cara paling efektif yang dapat dicoba adalah memantulkan pancaran sinarnya kesudut lain sebelum cahaya itu mengenai objek pemotretan. Teknik pencahayan ini cocok untuk menghasilkan penyinaran lunak.
  • Bracketing : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).
  • Built-in diopter : Pengatur dioptri (lensa plus atau minus) yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Berguna bagi pemotret berkacamata atau kondisi mata terganggu.
  • Bulb, B(ulb) bohlam : Sarana kecepatan rana yang sangat lambat dikamera yang digunakan untuk memotret objek. Lama membuka rana ditentukan oleh pemotret, yaitu dengan menekan lalu melepas tekanan pada tombol shutter.

C

  • C : Singkatan dari continuous,yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik).
  • Candid camera : foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi-sembunyi sehingga objek foto tidak menyadarinya. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya. Oleh Karena itu pemotret harus ekstra tekun, jeli, teliti dan sabar.
  • CCD : singkatan dari charge couple device,yaitu chip pengganti film yang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra).
  • Center of focus : pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto.
  • Center weight : pengukuran pencahayaan (metering) yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.
  • Coating : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa. Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya, mjsalnya jamur.
  • Cold tone : warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.
  • Color balance : keseimbangan warna.
  • Composition : komposisi, yaitu penempatan atau penyusunan bagian-bagian sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang.
  • Continuous light : lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).
  • Contrast : kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.
  • Cropping : pemadatan/pemotongan gambar dalam foto dengan membuang bagian tertentu yang kurang disukai.
Kembali1 of 3