×
Tips Memilih Kamera Terbaik Utk Pemula
Pemula

Tips Memilih Kamera Terbaik Untuk Pemula

Kembali1 of 3

Sebagai seorang yang awam atau baru dalam fotografi, pasti bingung memilih kamera yang tepat untuk digunakan. Mengingat harga kamera tidak murah, ditambah lagi banyaknya jenis / tipe kamera yang beredar di pasaran, sehingga jika salah beli, maka Anda yang rugi sendiri. Sehubungan dengan itu, setiap kali kawan-kawan saya atau member blog ini bertanya tentang kamera apa yang paling bagus, maka jawaban saya selalu konsisten sama “pilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan Anda”, itulah kamera terbaik untuk Anda. Hanya saja sudut pandang orang-orang selama ini keliru terhadap kebutuhan fotografi, yang mana orang-orang menganggap bahwa fotografi itu seolah hanya bisa didalami dengan DSLR saja. Mungkin karena setiap kali kita mendiskusikan fotografi, pembahasan DSLR selalu ada di situ.

Untuk mempermudah Anda mengetahui mana yang terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan budget Anda, maka dalam artikel ini saya mencoba memberi sedikit pencerahan tentang hal-hal yang mesti Anda perhatikan ketika membeli sebuah kamera. Saya akan memulai pembahasan ini dengan menuliskan penjelasan dan perbandingan singkat antara jenis-jenis kamera yang umum digunakan. Dengan Anda mengetahui kelebihan maupun kelemahan masing-masing kamera, semoga bisa membantu Anda mengambil keputusan yang tepat dan memilih kamera terbaik.

1. DSLR

Digital Single Lens Reflex atau disingkat DSLR merupakan penerus dari kamera SLR, dan pengaturan inti kamera sudah menggunakan sistem DIGITAL. Tak hanya itu, jika SLR masih menggunakan rol film sebagai media penyimpanan gambar, DSLR sudah menggunakan memory card sebagai media penyimpanan data (gambar, video, dll) yang pengolahannya juga secara digital. Ini lebih mudah ketimbang mengolah rol film secara manual, oleh sebab itu DSLR tidak dapat lagi disebut kamera analog sekalipun ada beberapa DSLR yang menggunakan unsur analog dan digital secara bersamaan. Saya tidak akan masuk lagi ke rincian DSLR, Anda bisa mengetahui lebih dalam tentang DSLR di artikel saya lainnya (baca di sini).

Jika Anda memiliki budget tinggi, DSLR sangat ideal digunakan untuk semua kebutuhan fotografi, termasuk belajar fotografi dasar. Lantas kenapa banyak orang yang menyarankan agar tidak menggunakan DSLR untuk pemula? Karena dikhawatirkan proses belajar Anda akan berisiko pada usia kamera. Mengapa? Karena DSLR memiliki batas kutip / shutter. Jadi ketika batas shutter habis, kamera tidak bisa berfungsi lagi dan harus mengganti shutter unit yang harganya lumayan mahal. Sementara fotografer pemula perlu banyak latihan dengan memotret sana-sini, tanpa disadari shutter countnya terus bertambah dan batas shutternya berkurang (baca di sini apa itu shutter count). Oleh sebab itu kamera ini tidak disarankan bila dipakai untuk belajar. Bukan berarti “TIDAK BOLEH”, ini sekedar saran saja. Karena untuk menguasai fotografi dasar yang terpenting Anda memahami inti fotografi yaitu EXPOSURE (lihat di sini artikelnya). Sedangkan untuk belajar eksposur itu tidak harus dengan DSLR saja, tapi bisa juga Anda pelajari meskipun dengan kamera kelas bawah, yang harganya lebih murah dari DSLR.

Contoh DSLR Nikon D7100 Beserta Lensa, Tas, Memory Card dan Baterai

1.1. Kelebihan DSLR:

  • Full kontrol manual atas pengaturan eksposur (shutter speed, aperture, ISO).
  • Tentu tersedia mode inti P,S,A,M dan mode-mode penting lainnya, termasuk mode pintar untuk pemotretan khusus.
  • Kualitas gambar lebih baik, sekalipun pada DSLR kelas pemula (entry-level) dengan format sensor kecil (APS-C/DX).
  • Lensa DSLR bisa diganti-ganti dan banyak varian.
  • DSLR bisa menggunakan lensa dari produsen kamera berbeda dengan menggunakan alat tambahan (adapter).
  • Aksesoris DSLR banyak tersedia di pasaran, mulai dari kelas pro sampai produk third-party dengan harga terjangkau.
  • DSLR paling idel untuk fotografi komersil dengan kualitas gambar yang lebih baik.
  • Secara umum, DSLR unggul dari semua jenis kamera.

1.2. Kelemahan DSLR:

  • Harganya mahal, untuk DSLR entry-level saja berkisar 5 jutaan.
  • Ukuran bodi DSLR besar dan bobotnya juga berat, apalagi ditambah lensa yang besar dan panjang.
  • Perawatannya ribet, butuh perlakukan khusus, sensitif dengan temperatur dan kotoran / debu.
  • DSLR memiliki batas kutip (shutter count).
  • Menggunakan mekanik tradisional (mirror dan pentaprisma) sehingga kinerja mesin menghasilkan suara yang bising dan mengakibatkan desain DSLR cenderung sama.
  • Harga lensa DSLR juga mahal, untuk lensa kelas pro bahkan melampaui harga DSLR itu sendiri.
Kembali1 of 3