×
Pengembangan

Apa itu MTF Chart dan Bagaimana Cara Membacanya

Kembali1 of 5

Kini banyak produsen lensa modern yang menyertakan keterangan data MTF untuk menunjukkan potensi kinerja lensa yang baru dirilis. Sayangnya, banyak fotografer apalagi pemula yang mengabaikan keterangan tersebut. Apakah mungkin mereka tidak mengerti apa maksud keterangan MTF pada sebuah lensa?

Perlu Anda ketahui bahwa keterangan MTF bisa sangat berguna untuk mengetahui bagaimana menafsirkan data yang tersedia pada lensa, meneliti lensa, membandingkan lensa tersebut dengan yang lainnya, atau mengevaluasi kinerja sebuah lensa sebelum Anda membuat keputusan untuk membelinya. Mungkin, pada awalnya grafik MTF atau secara resmi disebut “MTF chart” terlihat sangat rumit, tapi setelah Anda memahami dasar-dasar membacanya, Anda akan mudah menilai data dan menarik kesimpulan penting ketika hendak membeli sebuah lensa.

Sebenarnya dalam pembahasan “MTF Chart” ini sama saja kita membahas tentang lensa kamera. Dan topik ini lumayan panjang, semoga saja Anda tidak bosan menyimak pembahasan kali ini sampai selesai.

1. Kontras Dan Resolusi

Sebelum kita berbicara jauh tentang MTF, merupakan ide yang baik untuk menyertakan 2 istilah yang familiar ke dalam topik ini yaitu “kontras” dan “resolusi“, karena kedua istilah tersebut tidak terlepas dari pembahasan fotografi secara luas.

Bagi kebanyakan fotografer, istilah “kontras” dikaitkan dengan menu slider (geser kanan-kiri untuk menaikkan / menurunkan kontras) di Photoshop atau Lightroom yang digunakan untuk meningkatkan kontras secara global pada gambar. Sedangkan “resolusi”, di sisi lain sering dikaitkan dengan sensor dan resolusi gambar dalam satuan pixel (seperti 800 x 600). Kedua istilah tersebut mungkin tidak saling berhubungan, namun untuk pembahasan mengenai “optik lensa” maka keduanya benar-benar berkaitan tapi dalam “persepsi yang berbeda”. Jadi, di sini kita bukannya membahas arti kontras dan resolusi di atas, tapi dalam arti yang lain yang berkaitan dengan optik.

Dalam dunia optik, resolusi singkatnya adalah jumlah detail halus yang mampu ditransmisikan oleh lensa, yang juga dikenal sebagai “kontras mikro”. Sedangkan kontras singkatnya adalah kemampuan lensa untuk membedakan antara intensitas cahaya yang berbeda (misalnya kulit hitam dan putih). Ketika tingkat kontras turun secara signifikan, garis-garis hitam dan putih akhirnya menyatu menjadi abu-abu sehingga sulit untuk dibedakan. Sebagai contoh lihat gambar ilustrasi di bawah ini:


Pada gambar pertama di sebelah kiri, tentu dengan mudah kita bisa membedakan antara yang hitam dengan yang putih. Tapi untuk gambar kedua sebelah kanan, area hitam dan putih sudah berbaur menjadi satu di warna abu-abu. Di atas cuma contoh ilustrasi yang mana Anda masih bisa dengan mudah membedakan antara yang hitam dan yang putih sekalipun telah berbaur di contoh gambar kedua. Namun jika pada kasus yang sebenarnya tentu berbeda dengan contoh di atas, yang mana Anda akan sangat sulit membedakan detail yang hitam dan putih pada hasil gambar yang terjadi penurunan kontras secara signifikan.

Sebuah lensa yang baik harus mampu memecahkan cukup detail, sementara itu tetap memiliki kontras dengan jumlah yang wajar untuk membedakan antara rincian. Kontras dan resolusi sama pentingnya dan harus “seimbang”. Ketika kontras meninggi maka resolusi harus tinggi dan begitupula sebaliknya. Berikut ini 3 contoh kasus nyata untuk gambar yang kontras dan resolusinya tidak seimbang:

Gambar pertama di sebelah kiri menunjukkan keadaan kontras yang sangat rendah (mungkin ini contoh yang agak berlebihan untuk sebuah ilustrasi), sementara resolusi masih relatif tinggi. Anda dapat melihat beberapa detail bulu pada anak dan induk ayam, tetapi karena kurangnya kontras mengakibatkan banyak warna dan nuansa dalam gambar sulit dibedakan. Kesimpulannya, lensa memberikan resolusi yang cukup namun tidak memberikan kontras yang cukup. Adapun gambar kedua di tengah memiliki kontras yang tinggi namun kurangnya resolusi membuat gambar tampak kabur dan kehilangan banyak ketajaman detail (bukan ketajaman warna). Sedangkan gambar ketiga sebelah kanan memiliki kadar kontras dan resolusi yang sama-sama tinggi, sehingga gambar tersebut terlihat paling tajam dan paling rinci dari dua gambar lainnya.

Ingat! Ketika Anda menjelaskan kondisi gambar terakhir di atas maka jangan pernah mengatakan “ini contoh foto yang memiliki resolusi tinggi“, itu kalimat teknis yang keliru, maka yang benar adalah “ini contoh foto yang tajam“. Dan perlu saya luruskan bahwa “ketajaman” yang saya maksud dalam pembahasan ini bukan ketajaman warna, tapi ketajaman detail. Banyak yang keliru dengan istilah ketajaman. Jika Anda menggunakan Photoshop maka Anda akan mendapati menu ketajaman dengan nama “Sharpness“, itulah bagian ketajaman yang saya maksud di sini.

Kembali1 of 5

Kelasfotografi.com - Tutorial fotografi, tips trik, olah digital, review kamera dan lensa, inspirasi, dan info menarik lainnya. Terima kasih telah menjadi pemirsa kami.