Terhubung Dengan Kami

Pengembangan

Apakah Benar Focal Length Bisa Mendistorsi Wajah Subjek?

Back1 of 2

Banyak perbedaan pendapat dari kalangan fotografer pro. Sebagai mentor, mereka punya pengalaman berbeda-beda sehingga penjelasan mereka akan suatu kasus juga berbeda-beda. Pada artikel ini saya menuliskan pendapat dari mereka yang berbeda tentang distorsi lensa dan pengaruhnya terhadap subjek.

Secara umum, banyak fotografer yang berpendapat bahwa distorsi dari lensa wide-angle (sudut lebar) dapat mendistorsi wajah subjek, dikarenakan panjang focal (focal length) yang pendek. Sedangkan fotografer profesional asal Colorado, Nasim Mansurov mengatakan kalau itu adalah pemahaman yang keliru. Menurut Nasim, terjadinya distorsi pada wajah subjek tidak ada hubungannya dengan focal length. Dan untuk memperbaiki kesalapahaman ini maka dia akan menjelaskan apa sebenarnya dampak dari distorsi lensa.

Di artikel ini saya akan memaparkan penjelasan Nasim Mansurov tersebut secara rinci, lengkap dengan sampel hasil uji. Silahkan duduk manis dan simak pembahasan ini sampai selesai!!

Apa Itu Distorsi Wajah?

Sebelumnya, mari kita cari tau seperti apa itu yang dimaksud dengan distorsi wajah. Jangan hanya karena itu mengandung unsur kata “distorsi”, sehingga Anda mengira arti “distorsi wajah” di sini sama seperti hasi gambar dari lensa wide-angle yang memiliki distorsi optik, “keduanya tidaklah sama“.

Jadi, pemahaman pertama yang perlu Anda ingat bahwa distorsi wajah adalah hasil dari distorsi perspektif, yaitu fenomena yang terjadi karena subjek terlalu dekat ke kamera. Apakah Anda tahu apa distorsi perspektif itu? Baca di sini untuk mengenal jenis-jenis distorsi dan penjelasannya.

Sebagai contoh distorsi perspektif, perhatikan gambar di bawah ini dan lihat apa yang terjadi pada wajah subjek yang diambil menggunakan lensa dengan focal length pendek dari jarak yang dekat.

Kita bisa melihat bahwa pada foto pertama (sebelah kiri) subjek terlalu dekat dengan kamera, sehingga “jarak” benar-benar mendistorsi wajahnya yang membentang di frame. Sedangkan pada foto kedua (sebelah kanan) kamera dipindahkan jauh dari jarak subjek sehingga distorsi pada wajah sangat sedikit. Namun, karena tingginya sorotan kamera yang sepertinya sedikit tinggi dari kepala subjek, dan difoto dalam posisi potrait (vertikal), sehingga menyebabkan bahu subjek terlihat sangat tidak proporsional dan meruncing sampai ke bawah. Kasus pada gambar kedua ini telah saya ulas pada artikel mengenai macam-macam sudut pengambilan gambar (angle), lebih khususnya pada angle high-level (silahkan baca di sini).

Cara di atas memang bisa Anda gunakan saat memotret seseorang untuk foto yang lucu, tapi ini bukanlah cara yang benar untuk memotret manusia.

Distorsi Optik Pada Lensa

Distorsi lensa bisa juga disebut sebagai “distorsi optik“. Dan dalam artikel ini saya hanya menampilkan satu distorsi saja yaitu distorsi barrel. Masih ada distorsi lainnya dan Anda bisa melihatnya di artikel ini.

Distorsi optik ini tidak ada hubungannya dengan distorsi perspektif seperti kasus “wajah subjek” di atas. Kebanyakan lensa memang mengidap beberapa jenis distorsi optik, tetapi pelaku tertentu adalah lensa wide-angle atau sudut lebar, yang menimbulkan sebuah distorsi “barrel” pada gambar. Perhatikan gambar ilustrasi distorsi barrel di bawah ini:

Dengan melihat efek distorsi barrel di atas, hal ini bisa dengan mudah mempengaruhi seseorang untuk menganggap bahwa distorsi wajah disebabkan oleh distorsi barrel. Karena efeknya mirip dengan sampel gambar wajah subjek di atas.

Menurut Nasim Mansurov, hal itu tidak akan terjadi. Bahkan lensa yang memiliki distorsi barrel terburuk sekalipun, tidak akan bisa mendistorsi subjek selama subjek tersebut dijauhkan dari kamera.

Apakah ini artinya bahwa distorsi optik benar-benar tidak memainkan peran dalam mendistorsi subjek?

Dan jawaban Nasim adalah tidak, itu pasti tidak!! Jika Anda menggunakan dua buah lensa dengan focal length yang sama tapi memiliki karakteristik distorsi yang berbeda, maka lensa yang memliki kadar distorsi yang tinggi pasti akan membuat subjek terlihat lebih terdistorsi. Namun, efek distorsi tersebut akan sedikit berkurang ketika Anda memotret subjek dengan jarak yang sangat dekat (seperti big close-up atau extreme close-up).

Dan satu hal perlu Anda catat, pada jarak subjek yang sangat dekat, efek distorsi perspektif jauh lebih besar daripada efek distorsi optik. Sebagai contoh, lensa Nikon 50mm f/1.4G memiliki distorsi barrel sekitar 1,4%, yang dapat dengan mudah dilihat saat memotret apa saja dengan garis horizontal lurus, contohnya:

Distorsi barrel pada lensa Nikon 50mm ini mungkin tidak menunjukan distorsi apa-apa pada subjek dalam gambar di atas. Namun, jika subjek ditempatkan pada jarak yang sangat dekat seperti wajah seseorang, Anda akan melihat dua efek pada saat yang bersamaan yaitu distorsi perspektif dan distorsi optik. Dan keduanya akan membuat subjek terlihat tidak proporsional.

Back1 of 2

Lanjut Membaca
Advertisement

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha kami menyusun semua artikel di blog Kelasfotografi.com. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

More in Pengembangan

To Top