×
Lebih Dalam Tentang Resolusi Sensor dan Piksel
Pengembangan

Lebih Dalam Tentang Resolusi Sensor dan Piksel

Kembali1 of 3

Meskipun perlombaan megapiksel telah berlangsung sejak kamera digital telah ditemukan, namun beberapa tahun terakhir kita telah melihat peningkatan besar pada resolusi sensor kamera. Saat ini sangat mudah untuk kita menemukan seperti 41 megapiksel pada kamera ponsel dan 50.6 megapiksel pada kamera DSLR full-frame. Sepertinya kita sudah mencapai teoritis maksimum untuk penanganan noise dari ISO tinggi dengan generasi teknologi sensor sekarang ini. Oleh karenanya banyak produsen kamera memfokuskan upaya mereka lebih dalam pada kemasan resolusi, sambil menjaga ukuran sensor yang sama untuk menarik lebih banyak pelanggan agar meng-upgrade ke perangkat yang terbaru dan terbaik.

Pada artikel ini, saya akan mencoba untuk menjelaskan beberapa terminologi dasar dalam hal resolusi dan mudah-mudahan membantu pembaca untuk memahami resolusi kamera dengan lebih baik lagi.

1. Resolusi Kamera: Faktor yang Mempengaruhi

Dalam fotografi digital, resolusi kamera dikaitkan dengan sejumlah faktor yang berbeda, yaitu:

  • Ukuran Cetak (Print) – biasanya ini menjadi faktor yang paling penting. Pada dasarnya, semakin¬† bertambah resolusi, semakin besar potensial ukuran cetak. Mencetak dari gambar digital dilakukan dengan memeras sejumlah Pixels Per Inch (PPI). Sebuah hasil cetak berkualitas tinggi dengan detail yang baik biasanya membutuhkah cetakan sekitar 300 PPI, sehingga ukuran potensi cetak dihitung dengan mengambil lebar dan tinggi gambar lalu dibagi dengan jumlah PPI. Misalnya, 12.1 MP resolusi gambar dari Nikon D700 memiliki dimensi gambar 4256 x 2832. Jika Anda ingin membuat hasil cetak berkualitas tinggi dengan banyak rincian pada 300 PPI, maka ukuran cetak akan terbatas pada sekitar 14.2″ x 9.4″ (4256/300 = 14.2 dan 2832/300 = 9.4). Cetakan yang lebih besar lagi bisa dumungkinkan, tetapi itu akan mengharuskan Anda menurunkan PPI pada angka yang lebih rendah, atau menggunakan alat khusus pihak ketiga yang menggunakan algoritma yang kompleks untuk pembesaran (up-scale atau up-sampling) gambar untuk resolusi yang lebih tinggi. Tapi cara itu tidak selalu menghasilkan cetakan yang lebih baik. Singkatnya, resolusi yang lebih tinggi biasanya lebih dibutuhkan untuk kemampuan mencetak dengan ukuran yang lebih besar.
  • Opsi Cropping – semakin tinggi resolusinya, akan lebih banyak ruang yang berpotensi untuk gambar dicropping. Meskipun banyak fotografer menghindari cropping besar-besaran, tapi terkadang kita perlu melakukan itu agar subjek yang jauh dan kecil dalam gambar bisa lebih dekat dengan ukurannya yang lebih besar setelah gambar dicrop. Misalnya, fotografi olahraga atau wildlife sering mengharuskan cropping, agar subjek lebih dekat atau barangkali untuk menghilangkan elemen pengganggu yang ada di sekitar subjek utama. Namun hal itu akan mengurangi resolusi.
  • Down-Sampling – manfaat dari sensor resolusi tinggi bahwa semakin tinggi resolusinya, maka semakin baik pilihan untuk memperkecil ukuran atau “down-sampling” gambar. Seperti yang akan saya jelaskan lebih lanjut di bawah, kamera resolusi tinggi modern memiliki kinerja yang sama seperti kamera lainnya yang memiliki resolusi yang lebih rendah. Tetapi keuntungan utamanya adalah kemampuan untuk down-sampling ke resolusi yang lebih rendah dapat mengurangi sejumlah noise. Kemudian, ketika pengambilan gambar pada ISO rendah, sensor resolusi tinggi mampu menghasilkan cetakan yang lebih besar.
  • Ukuran Tampilan – selama 10 tahun terakhir, kita telah melihat kemajuan yang signifikan pada teknologi layar. Contoh nyatanya adalah monitor, LCD, proyektor, ponsel, dan perangkat lainnya yang mengalami peningkatan besar dalam hal resolusi. Kemudian peningkatan ruang pada perangkat-perangkat secara alami menyebabkan kebutuhan untuk menampilkan resolusi gambar yang lebih tinggi dan lebih detail. Misalnya saja monitor dan TV 4K (lebih dari 8 megapiksel) yang semakin populer dan sudah menjadi umum saat ini, telah menjadi beban bagi pengguna kamera untuk menghasilkan gambar dengan detail yang cukup untuk tampil dengan baik pada perangkat resolusi tinggi tersebut.

Berdasarkan semua faktor di atas, tampak bahwa resolusi yang lebih tinggi akan selalu menjadi alasan untuk hasil yang lebih baik. Tapi tentu saja itu tidak terjadi, karena ini tidak hanya tentang jumlah piksel saja, tapi juga kualitasnya. Lebih jauh pada pembahasan di bawah ini, saya akan menjelaskan apa artinya semua itu dalam hal ukuran sensor, ukuran piksel, dan lensa untuk menjelaskan tentang power dan teknik.

2. Resolusi Kamera: X MP vs Y MP

Ketika Nikon pertama kali memperkenalkan kamera D800 / D800E dengan resolusi sensor 36.3 MP format full-frame, saat itu banyak fotografer yang masih memotret dengan resolusi 12.1 MP kamera full-frame seperti Nikon D700 dan D3 / D3s. Dengan melakukan matematika sederhana, banyak yang mengklaim bahwa sensor 36.3 MP mewakili 3 kali resolusi 12.1 MP (12.1 MP x 3 = 36,3 MP) dan beberapa lainnya berasumsi bahwa upgrade ke DSLR seperti D800 dapat menghasilkan cetakan 3 kali lebih besar. Apakah benar seperti itu? Sementara jumlah total piksel efektif memang merupakan tiga kali lebih besar ketika membandingkan 36.3 MP vs 12.1 MP, namun perbedaan dalam resolusi linear sebenarnya jauh lebih kecil. Itu karena resolusi sensor dihitung dengan mengambil jumlah total piksel horizontal dan mengalikannya dengan jumlah total piksel vertikal, mirip dengan bagaimana Anda menghitung luas persegi panjang. Dalam kasus D700 yang memiliki ukuran gambar 4256 x 2832, resolusi sensor setara 12.052.992, yang dibulatkan sekitar 12.1 megapiksel. Tapi jika kita melihat Nikon D800, ukuran gambarnya adalah 7360 x 4912 dan karena resolusi sensornya 36.152.320, maka dibulatkan sekitar 36.15 megapiksel (perbedaan antara 36.15 vs 36.3 berasal dari fakta bahwa beberapa piksel seperti optikal hitam dan tiruan di sekitar tepi sensor yang digunakan untuk memberikan data tambahan).

Sekarang jika kita membandingkan jumlah piksel horizontal antara D700 dan D800, hasilnya adalah 4256 vs 7360. Ini meningkat hanya 73%, bukan 200% (3x lipat) seperti yang diasumsikan oleh banyak orang. Pada dasarnya jika Anda bisa mencetak 14.2″ x 9.4″ pada 300 PPI dari hasil D700, lalu untuk D800 akan berpotensi menghasilkan 24.5″ x 16.4″ pada 300 PPI. Oleh karena itu, bergerak naik dari 12 MP ke 36 MP akan menjelaskan asal angka 73% dan “bukan 3x cetakan yang lebih besar“. Memang, sangat rentan untuk keliru antara menghitung luas seluruh area gambar dan hanya menghitung lebar horizontal, sehingga sangat penting untuk memahami perbedaan ini.

Kembali1 of 3