Terhubung Dengan Kami

Pengembangan

Memahami Fungsi Auto Exposure Lock (AE Lock) Pada Kamera Canon

Back1 of 2

Auto Exposure Lock (disingkat AEL atau AE Lock) adalah fitur kamera untuk mengunci eksposur. Sedangkan apa yang dimaksud dengan eksposur silahkan baca di sini artikelnya. Kemudian jika Anda bertanya mengapa eksposur itu harus dikunci? Nah, jawaban dari pertanyaan inilah yang menjadi inti pembahasan pada topik kali ini. Dan sebelum saya masuk ke bagian cara penggunaan, saya ingin Anda mengetahui beberapa alasan mengapa “kita membutuhkan tombol Auto Exposure Lock ini” dan apa saja yang bisa dilakukan oleh tombol ini.

Eksposur atau pencahayaan bisa saja berubah atau berbeda dari pengaturan yang telah ditentukan, baik itu oleh pengguna atau oleh program kamera yang bekerja otomatis. Dan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, perubahan eksposur akibat mekanisme metering yang selalu “berkesimpulan berbeda” saat mengukur subjek berwarna gelap dan subjek berwarna cerah. Hal itu dikarenakan metering menggunakan prinsip kerja Gray 18%. Untuk mengetahui masalah ini lebih dalam maka silahkan Anda baca di sini pembahasan tentang metering kamera.

Faktor kedua, eksposur bisa berubah-ubah karena kondisi pencahayaan yang tidak stabil, seperti cahaya yang tiba-tiba redup saat mendung, lalu cerah kembali dalam rentang waktu yang sulit diprediksi. Kondisi ini akan sangat menggangu hasil gambar seperti ketika Anda menembak secara “berturut-turut” untuk mengambil bahan foto “Panorama“, atau ketika Anda sedang menggunakan fitur Auto Exposure Bracketing (AEB) untuk bahan foto HDR. Akibatnya hasil gambar menunjukan eksposur yang tidak konsisten. Untuk mengetahui apa itu fitur AEB silahkan baca di sini artikelnya.

Bagaimana solusinya untuk mengatasi masalah tersebut?

Bila Anda mahir menggunakan mode Manual (M) maka masalah di atas sangat mudah diatasi, karena pada mode tersebut pengguna memegang kendali penuh atas pengaturan eksposur, dan mereka yang mahir menggunakan mode ini sudah mengetahui apa saja yang mesti dilakukan untuk mengatasi masalah eksposur.

Namun berbeda dengan pengguna awam yang masih bergantung pada mode-mode dengan sistem kerja “auto exposure”, apalagi jika tidak memiliki pengetahuan tentang eksposur. Pada mode seperti itu, pengaturan eksposur dikendalikan oleh program sehingga pengguna kehilangan akses untuk “membuat pengecualian” pada eksposur yang melenceng. Inilah yang kemudian menjadi masalah bagi pengguna mode dengan sistem auto exposure. Jadi solusinya adalah menggunakan tombol AE Lock untuk mengunci / membekukan eksposur agar tidak berubah atau melenceng akibat dua faktor yang saya sebutkan di atas.

Bagaimana cara menggunakan tombol Exposure Lock?

Fitur AE Lock ini dimiliki oleh semua kamera Canon EOS serta beberapa kamera Canon PowerShot. Pada kamera Canon, umumnya tombol Auto Exposure Lock ini ditandai dengan “icon bintang (*)“. Sedangkan pada kamera Nikon, fitur ini ditandai dengan label “AE-L / AF-L” yang merupakan singkatan dari Auto Exposure-Lock dan Auto Focus-Lock. Ini artinya bahwa Nikon memberlakukan dua fungsi untuk satu tombol yang sama, sehingga pembahasan AE Lock pada Nikon sedikit rumit dan saya tulis terpisah dari artikel ini (baca di sini pembahasannya). Berikut contoh tombol AE Lock pada kamera Canon:

Perlu dicatat bahwa tombol exposure lock ini “tidak aktif” atau tidak bisa digunakan pada mode Manual (M), melainkan hanya pada mode Program (P), Shutter Priority (Tv), Aperture Pirority (Av) dan mode A-DEP. Dan memang masalah eksposur di atas terjadi pada mode-mode tersebut (baca di sini tentang mode-mode kamera).

Back1 of 2

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha kami menyusun semua artikel di blog Kelasfotografi.com. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

More in Pengembangan

To Top