×
Pengembangan

Memahami Keseimbangan (Balance) Dalam Fotografi

Kembali1 of 3

Keseimbangan (balance) merupakan salah satu prinsip yang paling sering dibahas untuk sebuah komposisi yang baik, dan mungkin juga ini yang paling penting. Ketika memotret, seorang fotografer sadar atau tidaknya telah membuat keputusan penting untuk setiap hasil gambar, apakah seimbang atau tidak? Dan pada situasi dan kondisi tertentu setiap foto ada yang memiliki unsur keseimbangan dan ada yang memang tidak seimbang. Inilah yang membuat topik ini menjadi penting bagi fotografer yang ingin meningkatkan kekuatan gambar pada tingkat yang paling mendasar.

Left-Right Balance

Sebuah foto yang keseimbangannya dikatakan sempurna itu berarti bahwa bagian kiri dan kanan sama-sama menarik di mata. Pembagian kiri dan kanan (left-right) adalah satu-satunya dalam gambar yang benar-benar penting dalam hal keseimbangan. Adapun keseimbangan atas dan bawah (top-down) memiliki sedikit pengaruh dibandingkan dengan pengaturan left-right balance.

Balance vs Imbalance

Seimbang (balance) atau tidak seimbang (imbalance), akan menjadi hal yang melekat pada gambar Anda dan itu yang akan membuat gambar “tampak lebih tenang atau kurang tenang“. Dengan sebuah gambar yang seimbang, frame akan terlihat lebih tenang daripada gambar yang menyatakan keadaan visual yang tidak sebenarnya bila di sorot dari satu sisi ke sisi yang lain. Namu lagi-lagi setiap fotografer memiliki prinsip dan selera yang berbeda-beda, seperti yang terjadi pada gambar ilustrasi di bawah ini:

Meskipun orang lain mungkin melihatnya secara berbeda, namun gambar pertama di atas tampil jauh lebih damai menurut beberapa fotografer. Sedangkan gambar kedua justru sebaliknya, terlihat lebih kaku, entah bagaimana itu tidak terlihat “stabil” dalam bentuk yang sekarang, seolah-olah ada adegan penting yang hilang di sebelah kiri yang membuat pemirsa penasaran dan berharap ada foto lainnya yang mengekspose adegan hilang tersebut.

Tentu saja orang-orang akan berbeda pilihan pada kedua gambar di atas, seperti yang saya katakan ini berkaitan juga dengan selera. Bagi sebagian orang, gambar yang kaku dapat mengkomunikasikan cerita dengan lebih efektif. Sedangkan untuk sebagian orang lainnya, gambar yang seimbang terlihat lebih damai dan estetis. Itu semua tergantung pada suasana hati Anda ingin berkomunikasi.

Simetri

Jenis yang paling jelas dari keseimbangan adalah satu di mana gambar identik pada bagian kiri dan kanan. 100% simetri tentu hanya bisa dilakukan lewat software, tapi menghasilkan foto original yang hampir simetri lebih dari cukup bagi kita untuk melihat komposisi yang seimbang. Lihatlah gambar di bawah ini:

Subjek berada di posisi tengah, dan garis laut (horizontal) menyatakan bahwa foto ini memiliki simetri yang baik. Secara keseluruhan foto ini bisa dikatakan “tenang / damai” dan tidak sibuk.

Bagaimana cara mengatur simetri?

Jika Anda kesulitan mengatur simetri saat memotret menggunakan viewfinder, maka gunakan mode life view lalu aktifkan / tampilkan fitur “grid (garis petunjuk)“. Semua kamera menyediakan fitur grid line, juga termasuk kamera milik smartphone. Nah, bagi Anda yang hoby motret menggunakan ponsel maka aktifkanlah selalu grid line, jangan berfikir itu menggangu tampilan saat memotret, justru itu malah membantu Anda.

Selain berfungsi untuk simetri, garis-garis grid tersebut juga digunakan untuk mengatur posisi Poin of Interest (POI). Berikut contoh penggunaan grid:

Kembali1 of 3