×
Memahami Lebih Dalam Tentang Metering Pada Kamera
Pengembangan

Memahami Lebih Dalam Tentang Metering Pada Kamera

Kembali1 of 2

Metering merupakan bagian inti dari kamera yang bertugas untuk mengukur pencahayaan dari sebuah subjek yang Anda fokuskan. Dan setelah metering selesai mengukur pencahayaan, selanjutnya “Light Meter” mengambil tugas untuk memberitahukan bahwa pencahayaan atau eksposur yang dihadapi kamera dalam keadaan tinggi, rendah, atau normal (baca di sini tentang light meter). Nah, berdasarkan hasil kerja metering dan light meter tersebut maka diambil keputusan untuk berapa nilai segitiga eksposur (Shutter Speed, Aperture, ISO) yang dibutuhkan agar bisa mendapatkan eksposur yang “normal”. Apakah Anda mengerti apa itu eksposur? Jika tidak, silahkan baca di sini artikelnya.

Jadi, pembahasan soal kamera sebenarnya pokok masalahnya hanya ada dua yaitu pada mode Auto (program) dan mode Manual (human). Pada mode manual, kita sebagai pengguna yang mengambil keputusan dalam menentukan nilai segitiga eksposur. Sedangkan pada mode auto keputusan ditentukan oleh program. Namun satu hal yang perlu Anda pahami, apapun mode kamera yang Anda gunakan, baik itu auto maupun manual, pada akhirnya tujuannya harus sama yaitu “membentuk eksposur yang normal“.

Cara Kerja Metering Pada Kamera

Sederhananya bahwa metering itu mengukur berdasarkan intensitas warna dari subjek atau bagian dari subjek yang Anda fokuskan. Selanjutnya metering bekerjasama dengan kamera agar bagaimana subjek tersebut bisa mendapatkan pencahayaan / eksposur yang normal. Hanya saja, intensitas warna pada sebuah benda akan dipengaruhi oleh “intensitas cahaya” sehingga dalam hal ini warna akan dibagi menjadi dua kategori yaitu “warna gelap” dan “warna cerah“.

Apa yang dimaksud dengan warna gelap tidak selalu itu berarti “hitam“, warna coklat tua atau biru tua juga termasuk dalam kategori warna gelap, begitupula yang dimaksud dengan warna cerah yang tidak selalu itu berarti “putih“. Ini seperti “foto hitam & putih (black & white)“. Entah itu kuning, hijau, merah, atau biru, jika sudah dalam konsep hitam & putih maka yang tampak hanyalah warna hitam dan putih saja, selanjutnya tinggal dilihat kadar warnanya apakah cenderung gelap atau cenderung cerah? Seperti itu kira-kira cara metering mengukur berdasarkan intensitas warna.

Jadi, ketika metering mengukur subjek berwarna coklat tua misalnya, maka metering tidak mengenalinya sebagai “warna coklat”, melainkan metering menganggap bahwa subjek tersebut teridentifikasi “gelap” dan membutuhkan cahaya yang banyak. Tapi jika subjek tersebut berwarna “coklat muda”, maka metering mengidentifikasi subjek sebagai “cerah” dan tidak memerlukan banyak cahaya atau bahkan mungkin cahayanya harus dikurangi. Inilah prinsip kerja yang digunakan oleh metering yang dikenal sebagai Gray 18%.

#Apa itu Gray 18%?

Karena intensitas warna juga ikut mempengaruhi hasil pengukuran metering, sehingga metering memerlukan “tolak ukur” untuk menetapkan bahwa kondisi pencahayaan subjek telah mencapai normal. Maka disepakatilah bahwa sebuah subjek dengan eksposur yang normal itu harus memiliki kecerahan seperti warna abu-abu dengan kadar 18%. Oleh sebab itu dinamakan sebagai Gray 18%. Berikut contoh kecerahan Gray 18%.

Semua produsen kamera memberlakukan Gray 18% ini sebagai patokkan atau tolak ukur untuk kadar pencahayaan / eksposur yang normal pada sebuah subjek. Entah itu subjek berwarna gelap ataupun subjek berwarna cerah, semuanya akan diubah ke Gray 18%. Perlu dicatat juga bahwa Gray 18% adalah tentang kecerahan bukan tentang warnanya.

#Bagaimana cara kerja Gray 18%?

Seperti yang saya jelaskan di atas, bahwa ketika metering mengukur subjek berwarna gelap seperti coklat tua, maka metering menganggap subjek tersebut sebagai “gelap” dan kekurangan cahaya, sehingga hasil pengukuran metering mengharuskan kamera perlu disetting untuk mendapatkan cahaya yang banyak, agar subjek bisa mendapatkan eksposur yang normal. Lantas bagaimana kamera mengetahui apakah eksposur pada subjek sudah normal atau belum? Jawabannya adalah ketika subjek tersebut memiliki kecerahan seperti Gray 18%. Paham? Dan karena prinsip kerja ini sehingga warna coklat tua pada subjek mungkin akan berubah menjadi lebih cerah mendekati coklat muda. Mengapa bisa? Karena warna subjek sudah dipengaruhi intensitas cahaya yang tinggi.

Kembali1 of 2