×
Mengenal Flare Dan Ghosting Dalam Fotografi
Pengembangan

Mengenal Flare dan Ghosting Dalam Fotografi

Kembali1 of 3

Ketika pencahayaan yang datang dari sumber yang sangat terang seperti sinar matahari ataupun cahaya buatan yang secara langsung mengenai elemen depan lensa kamera, dapat menyebabkan terjadinya refleksi atau pantulan pada elemen lensa, diafragma, bahkan sensor kamera sekalipun. Hal ini bisa berpotensi merendahkan kualitas gambar dan menciptakan penyimpangan cahaya dengan berbagai bentuk yang tidak diinginkan dalam gambar. Dan kasus seperti ini lebih dikenal sebagai “flare” pada lensa.

Efek yang ditimbulkan oleh flare ini dapat berdampak pada gambar dengan beberapa cara antara lain: secara drastis dapat mengurangi kontras pada gambar dengan timbulnya cahaya (over exposure) seperti kabut yang menyelimuti objek, kemudian dapat menimbulkan cahaya melingkar atau setengah lingkaran atau juga “ghosting” dan bahkan beberapa bentuk yang aneh dalam berbagai warna, dan wujud flare ini adalah semi-transparan dari berbagai intensitas warna.

Perlu Anda ketahui bahwa flare tidak selalu diinginkan dalam seni fotografi meskipun kadang-kadang flare juga digunakan secara kreatif untuk menambahkan elemen artistik pada sebuah foto / gambar. Bahkan, efek flare pada lensa sering sengaja ditambahkan ke dalam visualisasi sebuah film dan game PC untuk menambah kesan realisme dan meningkatkan pengalaman visual pada tampilannya.

Apakah flare ini menjadi sebuah masalah atau bukan? jawabannya adalah “relatif”, kadang-kadang menggangu pada kondisi tertentu dan bisa saja diperlukan untuk mencapai konsep pemotretan yang diinginkan.

Nah, artikel ini saya rangkum untuk membantu Anda memutuskan apakah Anda akan menggunakan flare pada foto Anda atau tidak. Dan mari kita mencari tahu penyebab flare secara rinci, kemudian membahas cara-cara untuk menggunakannya, mengurangi atau mungkin benar-benar untuk menghindarinya.

1. Flare Pada Lensa (Lens Flare)

Seperti yang saya katakan di atas bahwa flare pada lensa terjadi ketika ada sebuah sumber cahaya yang sangat terang yang menyebabkan terjadinya refleksi internal dalam lensa dan bahkan juga terjadi antara sensor-gambar dengan lensa. Hal itu dapat mengakibatkan banyaknya kabut dan kurangnya kontras, munculnya bentuk lingkaran atau poligon, kadang-kadang berbentuk setengah lingaran dengan warna pelangi, atau bahkan juga kombinasi dari semua bentuk tersebut. Untuk memahami terbentuknya flare silahkan Anda lihat gambar ilustrasi di bawah ini:

Berdasarkan ilustrasi di atas, bahwa “sumber cahaya biasa” (garis merah) mengikuti jalur normal yang langsung mencapai “bidang gambar” (garis hijau). Sedangkan “sumber cahaya tinggi” (garis biru) membagi jalan masuknya dan memantul (refleksi) dari permukaan lensa dan berakhir di bagian yang berbeda dari frame (garis putus-putus biru). Intinya sumber cahaya tinggi ini masuk dengan jalur yang menyimpang sehingga menimbulkan refleksi.

Meskipun ilustrasi di atas menunjukkan masalah lens flare secara umum, namun produsen dan fotografer biasanya mengidentifikasi dua jenis flare pada lensa yaitu: veiling flare dan ghosting flare. Sementara keduanya terkadang juga bisa muncul bersamaan, dan lensa yang baik dengan lapisan elemen depan “multi-coating” secara signifikan dapat mengurangi masalah veiling flare pada foto / gambar.

1.1. Veiling Flare

Veiling flare biasanya terjadi ketika sumber cahaya terang di luar sudut pandang lensa, keluar dari gambar, tetapi sinar cahayanya masih mencapai elemen depan lensa. Hal ini menyebabkan sangat terlihatnya kabut / kurangnya kontras, di mana daerah gelap dari gambar menjadi lebih cerah dengan warna kemerah-merahan (bleeding color).

Lensa berkualitas tinggi dengan elemen multi-coating, dapat membantu mengurangi veiling flare. Seperti yang digunakan oleh lensa Nikon yaitu lapisan elemen teknologi Nano Crystal Coat yang dipasang pada lensa kelas profesional, sangat banyak membantu dalam menjaga veiling flare. Coba Anda lihat foto portrait di bawah ini yang diambil menggunakan lensa Nikon 58mm f/1.4G:

Anda bisa melihat bahwa matahari tepat di atas subjek (anak) dan di luar area gambar, namun sinar cahayanya masih mencapai lensa dan menciptakan veiling flare di sekitar anak dalam gambar. Veiling flare tidak hanya berdampak pada daerah sekitar matahari, tetapi juga memiliki efek drastis pada rambut, wajah dan bahkan pakaian anak, sehingga kontrasnya berkurang. Namun, dalam hal ini veiling flare sebenarnya diperbolehkan untuk tujuan kreasi seperti memberikan sebuah kesan muram dan foto yang cerah.

Kembali1 of 3