×
Pengembangan

Mengenal Macam-Macam Distorsi Lensa

Kembali1 of 3

Dalam fotografi ada dua jenis distorsi yaitu distorsi optik dan perspektif. Kedua distorsi ini menghasilkan semacam deformasi gambar, ada yang ringan dan ada juga beberapa yang sangat terasa.

Distorsi optik tidak lain disebabkan oleh desain optik lensa, oleh karena itu sering disebut “distorsi lensa“. Sedangkan distorsi perspektif disebabkan oleh posisi kamera yang relatif terhadap subjek atau dengan posisi subjek dalam bingkai (frame) gambar.

Pengetahuan ini juga penting untuk diketahui agar Anda dapat membedakan beberapa jenis distorsi dan mengidentifikasinya. Dengan artikel ini saya akan coba menjelaskan setiap jenis distorsi secara rinci, dengan ilustrasi dan contohnya.

1. Distorsi Optical

Dalam fotografi, distorsi umumnya disebut sebagai penyimpangan optik hingga terjadinya deformasi dan membungkukkan garis lurus secara fisik dan membuatnya tampil melengkung (ke dalam atau ke luar) pada gambar, dan distorsi seperti ini juga sering disebut sebagai “curvilinear (lengkung)“. Distorsi optik terjadi akibat dari desain optik itu sendiri, di mana ketika elemen lensa khusus digunakan untuk mengurangi bulatan dan penyimpangan lainnya. Singkatnya, distorsi optik adalah kesalahan lensa.

Ada tiga jenis distorsi optik yang dikenal secara umum yaitu barrel, pincushion, mustache. Mari kita lihat masing-masing distorsi secara detail, dimulai dari lensa dengan nol distorsi:

Sangat jarang ada lensa yang tidak memiliki distorsi, karena sebagian besar lensa mengalami setidaknya satu jenis distorsi. Lensa yang sangat baik memiliki elemen lensa yang secara signifikan mengurangi distorsi, dan itu tidak terlihat oleh mata kita. Banyak lensa zoom terutama superzooms seperti Nikon 18-200mm VR memiliki dari beberapa jenis distorsi seperti barrel dan pincushion pada panjang rentang focal yang berbeda.

1.1. Distorsi Barrel

Ketika garis lurus melengkung ke luar dan di bentuk per barel, maka jenis penyimpangan yang mirip “cembung” inilah yang disebut “distorsi barrel“. Distorsi ini sering terlihat pada lensa sudut lebar (wide-angle), dan distorsi barrel ini terjadi karena bidang pandang lensa yang jauh lebih luas dari ukuran sensor gambar, oleh karena itu perlu diperas untuk menyesuaikannya. Akibatnya, maka terjadilah garis lurus yang tampak melengkung ke luar, terutama pada bagian dekat tepi frame. Berikut adalah contoh dari distorsi barrel yang kuat:

Perhatikan, pada gambar di atas garis yang lurus berada di tengah frame dan hanya mulai membungkuk jauh dari pusat frame, kemudian terjadi perbesaran menurun menuju sudut.

Distorsi barrel biasanya dijumpai pada kebanyakan lensa sudut lebar (wide-angle), baik itu lensa fix (prime) maupun lensa zoom yang memiliki focal length relatif pendek. Tingginya distorsi dapat bervariasi, tergantung pada jarak kamera ke subjek. Bahkan lensa prime standar 50mm berpotensi dapat menghasilkan distorsi barrel pada jarak subjek yang dekat. Distorsi barrel dapat menurun secara signifikan dengan menggunakan kompensasi oleh elemen optik, tapi untuk benar-benar menghilangkan distorsi tersebut adalah hampir mustahil. Beberapa lensa seperti Nikon 14-24mm f/2.8G memiliki sejumlah elemen kompensasi distorsi, sehingga ini manambah berat lensa maupun ukuran lensa. Inilah sebabnya mengapa lensa wide-angle biasanya lebih besar dan lebih berat dari lensa standar / lensa normal.

1.2. Distorsi Pincushion

Distorsi pincushion adalah kebalikan dari distorsi barrel yaitu garis lurus melengkung ke arah dalam dan terlihat seperti “cekung“. Jenis distorsi ini biasanya terlihat pada lensa tele, dan hal itu terjadi karena pembesaran gambar meningkatkan bagian menuju tepi bingkai dari sumbu optik. Pada distorsi ini, bidang pandang lebih kecil dari ukuran sensor gambar dan dengan demikian perlu “ditarik” untuk menyesuaikannya. Akibatnya, garis lurus tampak ditarik ke dalam seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Distorsi pincushion ini juga merupakan penyimpangan yang sangat umum, terutama pada lensa zoom tele. Untuk lensa tele super mahal telah dipasangi elemen kompensasi yang dapat secara signifikan mengurangi distorsi pincushion ini, tetapi kebanyakan konsumen dan bahkan lensa zoom tele kelas pro seperti Nikon 80-400mm VR juga masih menderita distorsi pincushion. Bahkan, distorsi pincushion bisa sangat berat pada lensa kelas bawah.

Perlu Anda ketahui bahwa sebagian besar lensa zoom sapujagad (gabungan wide dan tele) biasanya memiliki distorsi barrel pada focal length terpendek, kemudian secara bertahap melakukan transisi ke distorsi pincushion menjelang focal length terpanjang. Sebuah contoh untuk kasus sperti itu bisa ditemui pada lensa sapujagad Nikon 18-300mm VR, yang dimulai dengan distorsi barrel yang kuat di 18mm, lalu mulai beralih ke distorsi pincushion pada 28mm dan tetap seperti itu sampai 300mm.

Sama seperti distorsi barrel, distorsi pincushion juga dapat dengan mudah diperbaiki menggunakan software post-processing seperti Lightroom dan Photoshop. Informasi lensa akan terbaca di Lightroom dan Camera RAW memiliki kemampuan untuk benar-benar menghilangkan distorsi ini dengan baik.

Kembali1 of 3