×
Bagaimana dan Mengapa Menggunakan High-Speed Sync 08
Pengembangan

Belajar Menggunakan High-Speed Sync (HSS) Di Luar Ruangan

High-Speed Sync (HSS) atau sinkronisasi kecepatan tinggi adalah kemampuan untuk menyinkronkan cahaya dari lampu flash Anda dengan kecepatan rana (shutter speed) yang diatur lebih cepat dari 1/200s.

Unit flash eksternal kelas bawah biasanya memiliki kemampuan sinkronisasi hanya sampai batas kecepatan rana 1/200s. Jadi jika Anda memaksa penggunaan di atas nilai tersebut maka cahaya yang dihasilkan akan bermasalah. Anda hanya bisa melakukan hal itu dengan unit flash yang memiliki kemampuan High-Speed Sync (HSS).

Kapan Menggunakan HSS?

Anda akan membutuhkan High-Speed Sync ketika Anda memiliki latar belakang (background) yang sangat terang, sementara subjek utama Anda berada di dalam bayangan / tempat yang teduh, sehingga jika tanpa bantuan lampu flash akan menyebabkan subjek kekurangan cahaya akibat penyeimbangan antara cahaya di latar belakang dengan subjek (subjek lebih gelap dari background).

Pada artikel kali ini kami tidak membahas dasar HSS, tapi bagaimana cara menggunakan HSS di luar ruangan. Misalnya saja kami ingin menggunakan aperture lebar karena ingin kedalaman bidang menjadi dangkal (DOF sempit dengan background yang blur), jadi jika kami membuka lebar pada aperture f/2.8, itu berarti kecepatan rana yang dibutuhkan harus tinggi, setidaknya 1/800 per detik. Tetapi Anda tidak dapat menyinkronkan flash yang shutter speed yang tinggi kecuali unit flash Anda memiliki kemampuan High-Speed Sync.

Itu yang akan kita bahas, dan artikel ini disusun dengan mengambil referensi dan sampel dari fotografer komersial Jay P. Morgan.

Apa yang harus dilakukan?

Jadi apa yang harus Anda lakukan jika Anda tidak memiliki High-Speed Sync? Gampangnya, Anda boleh saja menempatkan model Anda di bawah sinar matahari dan tidak perlu repot dengan unit flash. Tetapi model Anda akan terlihat buruk karena sinar matahari lansung di siang hari itu cahaya yang buruk, dapat menyebabkan highlight berlebihan yang akan menghilangkan detail pada kulit.

Satu-satunya cara agar subjek Anda terekspos dengan baik saat memotretnya di tempat teduh adalah menggunakan High-Speed Sync. Karena Anda akan memiliki kontrol yang lebih banyak terhadap cahaya pada kulit subjek. Ini adalah cara yang ideal jika Anda berada di taman atau di luar ruangan. Namun Anda tidak akan dapat melakukan ini tanpa sinkronisasi kecepatan tinggi karena pencahayaan di latar belakang lebih terang dari 1/200 detik.

Praktek Lapangan

Sekarang kita akan melihat hasilnya antara memotret subjek di bawah sinar matahari langsung dengan memotret subjek berada di tempat teduh, dan kita akan menggunakan aperture f/2.8 sehingga membutuhkan shutter speed yang sangat cepat untuk mengimbanginya.

Kira-kira seperti ini gambar yang akan terlihat jika Anda memotret di bawah sinar matahari langsung:

Photo Credit © Jay P. Morgan

Kelihatannya oke, tetapi sayangnya kita tidak memiliki kontrol apa pun atas apa yang dilakukan matahari terhadap sang model. Perhatikan saja, kulit subjek hampir terbakar dan kehilangan teksturnya, seperti inilah eksposur yang liar tak terkendali.

Beralih ke tempat teduh

Sekarang sang model diinstruksikan masuk ke tempat yang teduh. Eksposur pertama diprioritaskan untuk menghasilkan cukup cahaya di latar belakang dan ini hasilnya:

Photo Credit © Jay P. Morgan

Sebab menormalkan eksposur hanya pada latar belakang saja, sehingga subjek berdampak kurang terang. Bagaimana jika uji coba eksposur kedua diprioritas pada model? Seperti ini hasilnya:

Photo Credit © Jay P. Morgan

Sekarang kebalikannya, karena eksposur diprioritaskan pada subjek, mengakibatkan latar belakang kelebihan cahaya, dan hasilnya sama saja dengan memotret di bawah sinar matahari lansung.

Dalam contoh kasus ini, tanpa bantuan flash Anda tidak dapat menormalkan eksposur di latar belakang dan subjek sekaligus, Anda harus memilih salah satunya dan dampaknya seperti yang Anda lihat di atas. Sekalipun dengan bantuan unit flash, Anda tetap harus menggunkan High-Speed Sync untuk hasil yang ideal.

Menggunakan High-Speed Sync

Dalam uji coba ini, sang fotografer Jay P. Morgan menggunakan monolight “BAJA“, dan dia akan menahan tombol High-Speed Sync di receiver. Tapi sebelumnya Anda harus mengatur eksposur untuk menormalkan cahaya di latar belakang, karena kita akan fokus pada cahaya di subjek dengan bantuan flash dan HSS.

Image Credit © Jay P. Morgan

Kemudian di bagian belakang unit Baja, Morgan akan menekan tombol High-Speed Sync dan menyesuaikan kekuatan strobist.

Image Credit © Jay P. Morgan

Morgan akan memulai dengan H7 dan perhatikan apa yang dia hasilkan!

Photo Credit © Jay P. Morgan

Itu eksposur yang dihasilkan dengan H7. Itu terlalu terang, jadi ia akan beralih ke H4.

Photo Credit © Jay P. Morgan

Ini semakin mendekati apa yang kita inginkan, tetapi itu masih terlalu terang. Jadi, dia akan turun ke H3.

Photo Credit © Jay P. Morgan

Lihat eksposur yang dihasilkan oleh H3. Itu terlihat hebat!! Ini adalah keputusan kreatif pada titik ini apa yang ingin Anda lakukan dari sini. Apakah Anda ingin latar belakang Anda menjadi lebih terang atau lebih gelap dari subjek Anda. Jadi silahkan bermain-main sedikit! Berikut beberapa gambar yang dihasilkan oleh Jay P. Morgan:

Photo Credit © Jay P. Morgan

Photo Credit © Jay P. Morgan

Atur shutter speed Anda dan sesuaikan flash Anda dengan shutter speed Anda. Itu adalah rahasia HSS. Saat Anda mengganti nilai shutter speed, set ulang flash untuk mencocokkannya. Ini semua didasarkan pada prinsip bahwa apa pun yang Anda atur agar nilai aperture Anda tidak berubah. Pertahankan agar bukaan tetap konstan sehingga Anda mendapatkan kedalaman bidang yang Anda inginkan, baru kemudian sesuaikan shutter speed Anda hingga cahaya di latar belakang terlihat normal.

Sinkronisasi kecepatan tinggi memungkinkan Anda menjadi kreatif dalam situasi kontras yang tinggi ketika Anda berurusan dengan cahaya yang keras. Anda juga dapat menggunakan konsep ini kapan pun Anda memotret pada kecepatan rana yang tinggi.

Selamat mencoba!!