×
Pedoman Teknik Komposisi Dalam Fotografi (Bagian II)
Pengembangan

Pedoman Teknik Komposisi Dalam Fotografi (Bagian II)

Kembali1 of 3

Sesuai janji saya, maka pada artikel ini saya akan menuliskan 8 teknik komposisi fotografi yang merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya (baca di sini). Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan secara singkat apa itu komposisi dan 10 teknik komposisi yang digunakan dalam fotografi. Sebagian besar teknik pada artikel tersebut adalah pedoman yang umum dan masih digunakan sampai saat ini. Beberapa teknik komposisi tersebut akan saya singgung kembali pada artikel kali ini. Jadi, jangan lupa Anda membaca artikel tersebut.

11. Simplicity (Sederhana) dan Minimalis

Dalam pedoman terakhir di artikel sebelumnya, kita melihat bagaimana hasil dari komposisi yang menggunakan ruang negatif di sekitar subjek utama, yang dapat menciptakan rasa kesederhanaan dan minimalis. Kesederhanaan itu sendiri dapat menjadi alat komposisi yang kuat dan juga salah satu teknik komposisi yang dikenal sebagai “Simplicity“. Simplicity sering diartikan sebagai memotret dengan latar belakang (background) yang tidak rumit atau yang tidak mengalihkan perhatian dari subjek utama. Tapi cara lain menerapkan komposisi ini bisa juga dengan melakukan zooming pada bagian dari subjek dan fokus pada detail tertentu dari subjek.

Image Credit © Barry O Carroll

Dalam foto pertama di atas, mata pemirsa akan terfokus pada tetesan air di atas daun. Ini merupakan subjek sederhana namun juga sangat indah justru karena kesederhanaannya. Dengan lensa makro Anda bisa dengan mudah membuat jenis foto seperti ini. Membuat background blur juga merupakan teknik komposisi untuk memisahkan subjek utama dengan background yang bisa saja mengganggu pandangan pemirsa, sehingga memudahkan mata pemirsa untuk fokus langsung pada subjek utama. Baca di sini tutorial membuat background blur dan lihat di sini contoh fotografi minimalis.

Image Credit © Barry O Carroll

Dalam foto kedua di atas, penggunaan latar belakang yang sederhana (lebih pas jika polos) dan rapi bertujuan untuk memusatkan perhatian pemirsa pada pohon sebagai subjek utama (Poin of Interest). Foto ini memanfaatkan “ruang negatif” untuk menciptakan komposisi Simplicity dan minimalis. Foto di atas juga menggunakan teknik komposisi Rule of Thirds dan Leading Lines.

12. Kombinasi Warna

Penggunaan warna merupakan salah satu komposisi yang sering diabaikan. Teori warna adalah sesuatu yang desainer grafis, desainer fashion dan desainer interior, semua sangat akrab dengan permainan warna. Kombinasi warna yang pas / serasi dapat secara visual terlihat sangat mencolok. Maka disitulah letak poinnya. Dan itu yang akan kita manfaatkan dalam fotografi.

Coba Anda perhatikan roda warna di atas. Roda warna tersebut akan membantu Anda untuk membuat kombinasi warna yang serasi. Caranya Anda hanya perlu menggabungkan dua warna yang saling berlawanan pada roda warna di atas. Dan warna yang saling berlawanan itu lah yang dikatakan sebagai “complimentary colors“. Sebagai seorang fotografer, kita bisa mencari adegan yang memiliki kombinasi warna complimentary sebagai cara untuk menciptakan komposisi yang menarik dan mencolok. Pernahkah Anda memperhatikan berapa banyak poster film memiliki skema warna biru dan kuning atau orange? Hal ini dilakukan dengan sengaja untuk membuat iklan yang menarik mata setiap orang yang melihatnya.

Image Credit © Barry O Carroll

Foto di atas adalah contoh kombinasi warna yang cerdas yaitu biru tua dan kuning sehingga gedung terlihat mencolok sendiri dan mudah dikenali sebagai subjek utama. Strategi pemilihan warna kontras seperti ini akan membuat subjek utama mudah menarik perhatian pemirsa (orang-orang yang melihat foto Anda).

Image Credit © Barry O Carroll

Merah dan biru juga bagian dari warna complimentary pada roda warna. Contohnya gedung pada foto di atas yang menyala dengan warna merah. Oleh karenanya membuat gedung sangat mencolok terhadap warna biru langit di malam hari. Saya suka memotret area perkotaan ketika langit biru pada awal menjelang malam. Birunya langit sebagai latar belakang menjadi sangat menarik untuk arsitektur kota dan lampu dari gedung. Dan bila langit berwarna hitam gelap menjelang pertengahan malam tidak akan terlihat mencolok dan kontras dengan lampu-lampu dalam kota.

Kembali1 of 3