×
Pengembangan

Penjelasan Crop Factor: Mengetahui Perbedaan APS-C dan Full-Frame

Kembali1 of 2

Mungkin sebagian dari Anda yang baru mengenal fotografi pernah mendengar tantang “crop factor”. Atau bisa saja Anda belum paham seperti apa kamera berformat APS-C atau full-frame. Artikel ini akan membahas semua itu jadi silahkan simak baik-baik.

Sebelum era kamera digital, kamera berformat film 35mm hadir terlebih dahulu yang juga dikenal sebagai SLR (Single Lens Refex). Dan jika lensa 50mm digunakan pada jenis kamera film SLR, maka yang tampak menurut bidang pandang (field of view) pada kamera sama seperti apa yang kita lihat, sehingga pembahasan tentang lensa yang berbeda focal length akan sangat mudah dimengerti.

Karena tantangan teknologi dan biaya produksi yang tinggi, sehingga untuk membuat ukuran sensor kamera digital yang cocok dengan ukuran film 35mm “tidaklah mudah”. Oleh sebab itu, produsen kamera memulainya dengan menciptakan sensor yang lebih kecil pada kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex). Selanjutnya, untuk memungkinkan kelancaran transisi dari era film ke digital maka produsen berupaya menjaga kecocokan lensa dengan mount kamera, baik itu sekelas film 35mm atau kamera dengan sensor lebih kecil, sehingga mereka yang sudah terlanjur memiliki body kamera film 35mm tak perlu khawatir tentang pembelian lensa dan aksesoris kamera yang akan digunakan meskipun lensa itu milik kamera crop sensor.

Akan tetapi, menciptakan sensor yang lebih kecil dari format film 35mm ternyata menimbulkan masalah baru yaitu, apa yang terlihat menurut bidang pandang kita dengan bidang pandang kamera (field of view) adalah terlihat berbeda atau lebih sempit menurut bidang pandang kamera. Hal ini dikarenakan sudut-sudut frame gambar telah mengalami “cropped” atau dipotong. Untuk memahami apa yang terjadi pada kamera dengan sensor yang lebih kecil, perhatikan ilustrasi di bawah ini:

Pada gambar kamera di atas, ada sebuah lingkaran yang disebut mount” yaitu tempat masuknya lensa ke body kamera. Selain sebagai mount lensa, ini juga disebut “lingkaran gambar” dan dalam hal ini saya sebut sebagai “frame“. Sedangkan area persegi, baik yang garis warna hijau maupun merah adalah sensor kamera.

Dari gambar di atas kita sudah bisa melihat perbedaannya. Jadi, jawaban sederhana untuk perbedaan APS-C dengan full-frame adalah jika luasnya sensor meliputi frame (lingkaran gambar / mount) maka itulah yang disebut sensor “full-frame”. Tapi jika itu hanya mencakup sebagian kecil dari frame, itulah yang disebut “crop” sensor seperti pada kamera APS-C.

Sebagai catatan, bahwa APS-C memang bagian dari jenis kamera crop sensor, dan kamera crop sensor bukan berarti APS-C saja. Masih banyak kamera lain selain APS-C yang memiliki ukuran sensor kecil seperti APS-H, Foveon, Four Thirds System, dll. Dan semua itu juga menjadi bagian dari jenis kamera crop sensor.

Berikut contoh perbedaan ukuran fisik sensor pada kamera full-frame dengan kamera crop sensor:

Kedua kamera Sony di atas memliki ukuran mount yang sama tapi tidak dengan ukuran fisik sensor. Kamera Sony A7 II (sebelah kiri) adalah full-frame, sedangkan Sony A6000 (sebelah kanan) adalah crop sensor.

Secara umum, semua sensor kamera full-frame memiliki ukuran fisik yang sama seperti kamera film 35mm yaitu 36mm x 24mm, sedangkan sensor yang lebih kecil memiliki ukuran yang bervariasi tergantung pada sistem dan produsennya. Berikut adalah ilustrasi untuk berbagai ukuran sensor, yang bersumber dari Wikipedia:

Kembali1 of 2