Terhubung Dengan Kami

Pengembangan

Penjelasan Jarak Hyperfocal dan Cara Menerapkannya

Penjelasan Jarak Hyperfocal dan Cara Menerapkannya

Back1 of 3

Jarak hyperfocal bisa menjadi topik yang membingungkan, baik untuk fotografer pemula maupun yang ahli. Namun, jika Anda ingin mengambil gambar yang paling tajam, terutama foto landscape, materi ini tentu sangat berharga. Pada artikel ini akan dijelaskan tentang jarak hyperfocal dan beberapa metode untuk mendapatkan foto yang paling tajam dengan kedalaman lapangan maksimal. Meteri disusun oleh fotografer Spencer Cox. Dan dalam artikel ini akan mencakup diagram jarak hyperfocal, dan juga metode lain yang sederhana untuk menemukan jarak hyperfocal Anda.

Memahami Jarak Hyperfocal sangat penting saat menggabungkan subjek dekat di tempat kejadian, terutama dalam fotografi landscape. Pada foto di atas, bebatuan di latar depan, begitu juga pohon saguaro dan pegunungan di latar belakang tampak cukup tajam | Image © Spencer Cox

Harap diperhatikan: Meskipun metode yang kami sajikan dalam artikel ini cukup mudah dipahami, jarak hyperfocal itu sendiri bisa menjadi topik yang kompleks. Jika Anda seorang pemula, saya sangat merekomendasikan membaca tentang aperture, kedalaman lapangan (DOF) dan fokus infinity sebelum Anda mempelajari artikel ini.

1) Apa itu Jarak Hyperfocal?

Jarak Hyperfocal, yang paling sederhana adalah jarak fokus yang memberikan foto Anda kedalaman lapangan terbesar. Artinya bisa dipastikan bahwa seluruh adegan pada gambar memiliki ketajaman yang sama-rata. Cara ini jika Anda menginginkan segalanya baik latar depan maupun latar belakang untuk tampil tajam, tanpa ada bagian yang blur.

Umumnya jika Anda fokus pada foreground (latar depan), maka background akan tampak blur , dan jika Anda fokus pada latar belakang, latar depan yang terlihat blur! Bagaimana caranya agar foreground dan background sama-sama fokus? Sederhana: Anda fokus pada titik tertentu antara latar depan dan latar belakang, dengan begitu akan membuat  foreground dan background akan tampak cukup tajam. Nah, titik fokus ini lah yang disebut jarak hyperfocal.

Di dunia optik, jarak hyperfocal sedikit lebih bernuansa. Definisi teknis adalah jarak fokus terdekat (close focus) yang memungkinkan benda-benda pada titik tak berhingga (infinity) dapat terlihat tajam. Dengan “infinity“, Spencer Cox mengacu pada objek yang jauh semisal horizon atau bintang di malam hari.

  1. Dalam satu interpretasi, jarak hyperfocal lensa Anda akan berbeda dengan aperture. Mengapa? Pikirkanlah seperti ini: jika aperture lebar seperti seperti f/2, Anda perlu fokus cukup jauh agar benda-benda yang tak terhingga bisa dalam keadaan fokus. Namun, pada aperture kecil f/11 atau f/16, benda jauh akan terus menjadi tajam meski lensa Anda bisa fokus lebih dari itu. Jadi, dalam kasus ini jarak hyperfocal bergerak lebih dekat ke lensa Anda saat Anda menggunakan lubang yang lebih kecil.
  2. Namun, dengan interpretasi lain, jarak hyperfocal tidak berbeda dengan aperture. Mengapa? Dalam interpretasi ini, jarak hyperfocal adalah jarak fokus yang memberikan ketajaman yang sama antara latar depan dan latar belakang. Itu bukan sesuatu yang berubah saat Anda mengubah aperture Anda (meski latar depan dan latar belakang menjadi lebih dan lebih tidak fokus pada lubang yang lebar).
  3. Alasan untuk interpretasi yang berbeda ini adalah frase kunci “acceptably sharp (penerimaan ketajaman)” dalam definisi jarak hyperfocal. Bagi sebagian orang, acceptably sharp adalah nilai yang tepat dan terperinci untuk ketajaman, sedangkan untuk sebagian lainnya “acceptably sharp” berarti latar belakang sama tajamnya dengan latar depan. Tidak ada yang salah, dan definisi jarak hyperfocal memungkinkan kita untuk menggunakan kedua interpretasi tersebut. Namun, interpretasi yang kedua adalah yang memiliki manfaat untuk menawarkan yang paling tajam pada keseluruhan foto, mulai dari depan sampai ke belakang, karena tidak lagi memprioritaskan ketajaman pada latar belakang atau pada latar depan, paham?

Focal Lenght lensa Anda juga memiliki dampak besar pada jarak hyperfocal. Saat Anda memperbesar, jarak hyperfocal Anda bergerak lebih jauh dan semakin jauh. Untuk lensa 20mm, Anda mungkin perlu fokus hanya beberapa meter dari lensa Anda untuk mendapatkan horizon (latar belakang jauh tanpa batas) menjadi cukup tajam. Di sisi lain, untuk lensa 200mm, jarak hyperfocal Anda mungkin berjarak ratusan kaki.

Penting untuk dicatat bahwa, jika Anda berfokus pada jarak hyperfocal, foto Anda akan tajam dari separuh titik yang tak infinity. Jadi, jika jarak hyperfocal Anda untuk aperture dan focal length yang ada adalah sepuluh kaki, semuanya dari jarak lima kaki sampai horizon akan terlihat tajam.

Sony RX100 IV + 24-70mm F1.8-2.8 @ 10.15mm, ISO 200, 1/13, f/11 | Image © Spencer Cox

2) Kapan Menggunakan Jarak Hyperfokal

Tidak semua foto mengharuskan Anda memfokuskan lensa pada jarak hyperfocal. Pertimbangkan, misalnya menembak gunung yang jauh. Jika Anda berdiri di ketinggian untuk sejajar dengan pemandangan dan tidak ada benda di foreground Anda, akan sangat bodoh untuk mencoba dan menghitung jarak hyperfocal, karena objek terdekat Anda akan efektif tajam tanpa batas. Fokus saja di pegunungan yang jauh! Jarak hyperfocal hanya penting untuk dihitung saat Anda memiliki benda yang dekat dan jauh dari lensa Anda yang perlu menjadi tajam. Karena Anda benar-benar fokus di antara benda-benda tersebut, keduanya tidak “sempurna” tajam; keduanya cukup dekat, atau “sangat tajam.”

Demikian juga, jarak hyperfocal pun tidak akan membantu jika Anda memiliki benda yang terlalu dekat dengan lensa Anda. Misalnya, tidak mungkin objek yang jauh menjadi tajam sekaligus sebagai objek yang berjarak beberapa inci dari lensa Anda (kecuali jika Anda memotret dengan peralatan khusus, seperti lensa kontrol / tilt-shift perspektif, lensa yang terpasang pada lensa bellow, dan sebagainya). Sebagai gantinya, Anda memiliki dua pilihan: Anda dapat menggunakan focus stacking (mengambil beberapa foto pada jarak fokus yang berbeda, lalu digabung dalam proses pengolahan gambar), atau Anda dapat memindahkan kamera Anda lebih jauh dari objek terdekat. Yang terakhir ini sering lebih disukai, karena focus stacking bukanlah teknik sederhana, dan memiliki kelemahan dan keterbatasan tersendiri.

Saat memotret landscape yang jauh tanpa elemen latar depan, seseorang tidak perlu khawatir tentang jarak hyperfocal, karena fokus diatur ke fokus tak terhingga (infinity) | Image © Spencer Cox

Back1 of 3

Lanjut Membaca

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha kami menyusun semua artikel di blog Kelasfotografi.com. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

More in Pengembangan

To Top