×
Ulasan Lensa Tamron SP AF 10-24mm f 3 5-4 5 Di II LD Aspherical (IF)
Review

Review Lensa Tamron SP AF 10-24mm f/3.5-4.5 Di II LD Aspherical (IF)

Kembali1 of 2

Lensa Tamron SP AF 10-24mm f/3.5-4.5 sering kali dijadikan kompetitor dengan lensa produsen lain untuk kelas ultra-wide (sudut lebar) yang sama yaitu Sigma 10-20mm f/4-5.6 DC, Tokina 12-24mm f/4 DX dan Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM dan Nikon 12-24mm f/4 DX. Semua lensa tersebut bersaing menawarkan spesifikasi yang unggul di satu sama lain seperti rentang zoom yang lebih lebar untuk Sigma dan Canon, atau keunggulan aperture konstant untuk Tokina dan Nikon. Dengan melihat keunggulan lensa-lensa tersebut, tidak mengherankan bahwa Tamron sekarang telah menjadi yang pertama merilis lensa generasi kedua dalam kategori ultra-wide ini, dengan memperkenalkan Tamron SP AF 10-24mm F3.5-4.5 di II LD Aspherical (IF).

Diumumkan pada Photokina 2008, optik baru jelas sasarannya agar bisa bersaing dengan rivalnya, dengan dorongan signifikan terhadap spesifikasi antara lain rentang zoom yang besar dan aperture maksimum meningkat dua pertiga. Dengan begitu ini menjadi pesaing kuat untuk Sigma 10-20mm f/4.5.6 DC dan Canon 10-22mm f/3.5-4.5 USM. Tamron 10-22mm Di II LD ini hanya bisa digunakan pada body DSLR format APS-C / DX. Lensa tersedia untuk mount Canon EF, Nikon F, Pentax K, Sony Alpha. Untuk di Indonesia lensa Tamron 10-22mm Di II LD dijual dengan harga kisaran Rp. 5.700.000,- (harga bisa saja berbeda atau berubah).

Peningkatan Lensa

Tamron berhasil membawa upgrade yang mengesankan pada lensa Tamron 10-22mm Di II LD ini, meskipun bobot malah lebih berat dari pendahulunya, tapi itu bukan masalah serius. Tamron 10-22mm Di II LD memiliki 12 elemen dalam 9 grup, dengan sejumlah elemen khusus untuk meminimalkan berbagai penyimpangan yaitu satu elemen ‘High-Precision‘, satu elemen kaca ‘Aspherical‘, tiga elemen kaca ‘Aspherical Hybrid‘, dua elemen kaca ‘LD (Low Dispersion)‘ dan satu elemen kaca ‘HID (High-Refractive Index)‘. Selain itu, ada peningkatan pencahayaan sekeliling frame sehingga lensa ini memiliki masalah vignetting yang ‘rendah’ (baca di sini apa itu vignette). Dan lapisan lensa juga ditingkatkan untuk meminimalkan masalah degradasi gambar karena flare (baca di sini apa itu flare).

Tamron 10-22mm Di II LD memasuki pasar dengan harga bersaing untuk kelas lensa yang sama dari produsen third-party Sigma dan Tokina. Oleh karena itu secara substansial lebih murah daripada lensa zoom wide yang tersedia dari produsen kamera sendiri. Lensa ini memiliki kombinasi dari spesifikasi tinggi namun biaya yang relatif rendah, sehingga tidak diragukan lagi akan potensial menarik banyak pembeli. Mari kita lihat bagaimana kinerjanya dalam penggunaan aktual.

Via: The-Digital-Picture.com

Vignette dan Flare

Berdasarkan gambar di atas, sepertinya benar bahwa Tamron 10-22mm Di II LD berhasil meminimalisir vignetting di semua rentang focal length, dan paling normal tanpa vignette di titik 18-20mm. Apalagi jika aperture diperkecil, maka vignette bukan lagi masalah serius untuk Tamron 10-22mm Di II LD. Ini kabar baik, mengingat vignette bukanlah masalah yang mudah diatasi apalagi untuk lensa sudut lebar.

Bila lensa ini dihadapkan dengan sumber cahaya terang seperti matahari, ada efek flare yang kuat dalam gambar di titik focal 10mm. Tapi jumlah flare akan terlihat berkurang dan hampir tidak ada sama sekali bila di focal length 24mm. Ini juga kabar yang menggembirakan.

Ketajaman, Distorsi dan Chromatic

Kualitas gambar Tamron 10-24mm pada aperture terbuka lebar menghasilkan ketajaman yang sangat lembut / soft di seluruh frame. Kualitas soft artinya ini kualitas sedang dan di bawah kualitas ketajaman hight-quality. Tapi jika menurunkan aperture ke f/5.6 ada perubahan besar pada kualitas gambar dan bagian yang soft hanya terjadi di sudut frame di focal length 10mm. Sedangkan tengah frame tetap tajam pada bukaan f/5.6 sampai ke batas focal 24mm. Jika aperture diperkecil lagi sampai bukaan f/8, ada sedikit perbaikan tambahan tapi untuk focal 24mm hasilnya tidak jauh berbeda.

Sudah menjadi hal biasa terjadi pada lensa kelas ini memiliki distorsi barrel dengan kadar sedang. Tamron 10-22mm Di II LD memiliki distorsi barrel dari focal length terendah sampai focal length terakhir. Namun yang menarik pada lensa ini ada distorsi pinchusion pada pertengahan focal length.

Adapun masalah penyimpangan chromatic pada lensa Tamron 10-22mm Di II LD terlihat pada seluruh rentang focal length, terutama pada sudut-sudut frame dan menguat pada focal length terakhir. Di antara banyaknya aberasi lensa, chromatic ini salah satu yang memang sulit diatasi bahkan oleh produsen besar.

Kembali1 of 2