×
Mengenal Jenis-Jenis Filter Lensa Kamera
Review

Mengenal Jenis-Jenis Filter Lensa Kamera

Kembali1 of 5

Filter lensa kamera dapat melayani tujuan yang berbeda dalam fotografi digital. Ada filter yang bisa sangat diperlukan untuk memotret pemandangan (landscape) dalam kondisi pencahayaan yang sangat sulit, ada filter yang dapat meningkatkan warna dan mengurangi refleksi, dan ada filter yang hanya sekedar berfungsi melindungi lensa.

Filter secara luas digunakan dalam fotografi dan sinematografi, dan sementara hanya beberapa filter digunakan dalam situasi yang jarang dihadapi. Banyak fotografer yang mengandalkan filter untuk kebutuhan fotografi sehari-hari mereka, misalnya, fotografer landscape sangat bergantung pada berbagai filter, sedangkan fotografer street dan portrait jarang menggunakannya.

Sejak era fotografi digital adalah semua tentang kualitas dan intensitas cahaya, filter lensa sering diperlukan untuk memodifikasi cahaya sebelum memasuki lensa. Banyak fotografer berpikir bahwa beberapa alat di Lightroom dan Photoshop dapat mensimulasikan perilaku filter dan membuat filter berlebihan di era digital. Seperti yang saya akan tunjukkan di bawah ini, beberapa filter sebenarnya tidak pernah dapat disimulasikan dalam perangkat lunak dan beberapa benar-benar membantu dalam mendapatkan hasil yang lebih baik selama post-processing. Pada artikel ini, saya akan berbicara tentang berbagai jenis filter lensa yang tersedia, apa yang bisa dilakukan dengan filter tersebut, kapan dan bagaimana menggunakannya.

Apa Itu Filter dan Mengapa Anda Memerlukannya?

Mengapa Anda memakai kacamata hitam? Karena bersama dengan manfaat lainnya, kacamata hitam dapat membantu Anda melihat lebih baik dalam cahaya yang kuat, melindungi mata Anda dari bahaya sinar UV / angin / debu dan mengurangi silau. Filter juga melayani tujuan yang serupa, filter lensa dapat membantu mengurangi refleksi, melindungi lensa Anda dari potensi kerusakan, sepenuhnya atau sebagian mengurangi jumlah cahaya yang masuk lensa dan bahkan meningkatkan warna. Namun pada saat yang sama, filter bisa justru bisa merusak foto jika Anda tidak menggunakannya dengan benar. Analoginya seperti mengenakan kacamata hitam di ruangan gelap. Keren atau gila?

Oleh karena itu, jangan hanya sebatas mengetahui untuk apa filter digunakan, tetapi Anda juga perlu tahu bagaimana cara yang benar menggunakannya dan dalam situasi seperti apa Anda membutuhkannya. Ada berbagai jenis filter beredar di pasaran, mulai dari filter UV kualitas rendah sampai filter yang sangat mahal mencapai nilai jutaan rupiah. Ini dapat membuat proses kita dalam memilih jenis filter yang tepat agak sedikit menantang, salah beli, Anda yang rugi.

Bentuk-Bentuk Filter Lensa

Sebelum saya menunjukan pada Anda jenis-jenis filter lensa yang umum digunakan, maka lebih awal saya akan menjelaskan bentuk-bentuk filter lensa, sehingga nantinya Anda akan lebih mudah memahami penjelasan dari tiap-tiap jenis filter. Ada jenis filter yang mengadopsi 1 bentuk saja dan ada pula jenis filter yang tersedia dalam berbagai bentuk. Ini kemudian akan menjadi pertanyaan apa kelebihan dari masing-masing bentuk filter? Filter lensa yang paling populer hingga saat ini adalah bentuk circular (melingkar) dan memiliki sekrup (screw-on). Tipikal filter seperti ini bisa langsung dipasang ke ulir depan lensa dan tersedia dalam berbagai ukuran, tergantung pada ulir filter lensa yang digunakan. Ukuran standar dan yang paling umum dari filter sekrup untuk lensa profesional adalah 77mm. Berikut bentuk-bentuk filter lensa yang umum ada di pasaran:

1. Circular Screw-On (Melingkar)

Ini jenis filter yang paling umum yang bisa langsung dipasang pada ulir filter lensa. Contoh filter yang menggunakan tipikal seperti ini yaitu filter UV / Clear / Haze, Circular Polarizer, Neutral Density (ND), dan filter warna. Filter circular juga tersedia dalam ketebalan yang berbeda. Filter yang sangat tebal bisa berpotensi menambah vignetting, sedangkan yang tipis (ultra-thin) bisa mengurangi vignetting. Silahkan baca di sini apa itu vignetting.

2. Square (Persegi)

Ini pilihan bentuk filter yang populer untuk landscape dan fotografi lainnya. Filter ini mengharuskan bantuan holder yang dipasang pada elemen depan lensa. Jadi yang pertama melekat ke lensa adalah holder lalu kemudian filter dipasang ke dalam holder. Mungkin ini sedikit ribet tapi kelebihan dengan holder Anda bisa menggunakan lebih dari satu filter. Ukuran yang paling populer dari bentuk filter ini adalah 3×3 dan 4×4. Semuanya dapat digunakan bersamaan dalam satu holder untuk situasi pemotretan tertentu. Hanya saja cara ini dapat berdampak negatif terhadap kualitas gambar dan bahkan bisa menambah refleksi.

3. Rectangular (Persegi Panjang)

Ini pilihan bentuk filter lainnya yang tak kalah populer, terutama di kalangan fotografer landscape. Memiliki mount seperti filter square di atas dengan sistem penahan filter (holder). Akan tetapi ini sedikit berbeda, filter rectangular memiliki lebih banyak ruang untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Ukuran yang paling populer adalah 4×6, meskipun ukuran filter yang lebih besar dan lebih kecil juga tersedia.

4. Drop-In

Bentuk filter ini digunakan untuk filter khusus lensa zoom tele yang panjang dikarenakan ukuran besar elemen lensa depan lensa tele tersebut. Hanya filter jenis clear dan polarizing yang menggunakan tipikal drop-in.

Setelah Anda mengingat bentuk-bentuk filter di atas, maka selanjutnya mari kita lihat jenis-jenis filter yang umum digunakan para fotografer. Saya akan mengulas secara rinci kemampuan setiap jenis filter dan efek apa yang dihasilkan pada gambar (jika ada). Hal ini sering terlalu sulit untuk konsumen memahami apa yang bisa dilakukan oleh setiap filter, kemudian menjadi bingung untuk memutuskan apakah konsumen membutuhkannya atau tidak? Jadi saya harap informasi di bawah ini akan memudahkan Anda untuk memutuskan apakah Anda ingin jenis filter tertentu atau tidak. Saran saya, pilihlah filter sesuai dengan kebutuhan fotografi Anda dan pertimbangkan setiap konsekuen dari penggunaan filter jenis tertentu.

Kembali1 of 5