×
Panduan Setting Nikon D3400
Setting

Panduan Setting Nikon D3400

Kembali1 of 2

Menu Nikon D3400 tidak sedetail yang ada di kamera Nikon lainnya, tetapi masih sangat sulit diatur dengan benar. Dalam artikel ini, kami akan membahas semua pengaturan kamera yang paling penting pada D3400, termasuk rekomendasi pribadi kami untuk setiap opsi menu penting pada kamera. Jangan mengambil salah satu saran ini sebagai satu-satunya pengaturan kamera yang akan berfungsi untuk D3400, tetapi jadikan sebagai awal yang baik untuk memulai dengan kamera Nikon Anda.

Playback Menu Settings

Sebagian besar pengaturan ini dapat dibiarkan pada nilai defaultnya (pengaturan standar), dan sisanya sebagian besar ke preferensi pribadi. Namun, beberapa pengaturan playback cukup penting untuk diatur dengan benar dan kami akan membahas itu di sini:

  • Playback display options
    • None (image only): Checked
    • Highlights: Checked (mengaktifkan kemampuan memeriksa area yang terlalu terang dari foto dengan indikator kedipan hitam dan putih)
    • RGB histogram: Checked (baca pembahasan kami tentang histogram)
    • Shooting data: Not checked
    • Overview: Checked
  • Image review: ON (otomatis akan memperlihatkan gambar setelah memotret)
  • Auto image rotation: ON (sinyal untuk memutar foto vertikal ketika Anda membukanya di komputer)
  • Rotate tall: OFF (memutar foto vertikal di LCD kamera, ini bagus saat mereview gambar)

Pengaturan playback yang kami lewatkan adalah hal-hal yang tidak begtu penting untuk menyetel Nikon D3400 Anda, seperti membuat slideshow dan semisalnya.

Photo Shooting Menu

Selanjutnya adalah Photo Shooting Menu, yang mencakup banyak pengaturan yang paling penting dari D3400. Kami telah memastikan untuk menambahkan catatan guna menjelaskan mengapa kami memilih beberapa pengaturan yang lebih rumit di bawah ini:

  • Image quality: NEF (RAW), tapi baiknya lihat artikel kami tentang RAW vs JPEG jika Anda tidak yakin dengan pilihan kami, karena sejumlah pengguna D3400 mungkin lebih suka JPEG.
  • Image size: Greyed out / tidak tersedia (jika menggunakan RAW), tapi pilih “L” untuk kualitas terbaik jika menggunakan JPEG, atau pilih “M” atau “S” untuk resolusi gambar JPEG yang lebih rendah dan ukuran yang lebih kecil.
  • ISO sensitivity settings
    • ISO sensitivity: 100 (rekomendasi pemula, Anda bisa merubah nilainya jika dibutuhkan)
    • Auto ISO sensitivity control: ON (jika menggunakan long exposure, Anda bisa mematikan fungsi ini)
    • Maximum sensitivity: 3200
    • Minimum shutter speed: Auto (jika Anda menembak subjek bergerak cepat, ganti menjadi Manual)
  • White balance: AUTO
  • Set Picture Control: SD (Standard), ini nilai default, kecuali Anda memiliki alasan khusus untuk mengubahnya (ini tidak mempengaruhi foto itu sendiri jika Anda menggunakan RAW).
  • Color space: Pilih Adobe RGB jika Anda menggunakan RAW, karena tidak mempengaruhi foto itu sendiri dan memberikan histogram dalam kamera yang sedikit lebih akurat, dan silahkan pilih sRGB jika Anda menggunakan JPEG.
  • Active D-Lighting: OFF, ini penting jika Anda menggunakan RAW, karena ini mempengaruhi cara metering kamera mengukur adegan.
  • Noise reduction: OFF (tidak mempengaruhi foto RAW)
  • Vignette control: OFF (tidak mempengaruhi foto RAW)
  • Auto distortion control: OFF (tidak mempengaruhi foto RAW)
  • Focus mode: Lebih cocok mengaturnya melalui tombol “i“, biasanya kami memilih AF-C untuk memotret subjek bergerak melalui viewfinder, dan AF-S untuk memotret subjek diam dalam live view.
  • AF Area Mode: Sama, ini lebih cocok mengaturnya melalui tombol “i“, kami lebih memilih Dynamic-area AF sebagian besar waktu di viewfinder (pelacakan 3D sering gagal, dan Auto-area AF memberi tahu kamera untuk menebak subjek), sedangkan pada mode live view / movie, kami lebih memilih Normal-area AF.
  • Built-in AF-assist illuminator: Ini menyalakan sinar bantuan untuk autofocus dalam kondisi yang sangat gelap dan pengaturan ini akan “Greyed out” (tidak tersedia) jika Anda memotret dalam live view, adapun preferensi pribadi kami cenderung meninggalkannya karena dapat mengganggu subjek, tetapi banyak fotografer lebih suka ini diaktifkan.
  • Metering: Lebih cocok mengaturnya melalui tombol “i“, kami lebih suka mode metering matrix  99% dari kebanyakan waktu kami memotret.
  • Flash control for built-in flash: TTL
  • Movie Settings
    • Frame size/frame rate: 1920×1080; 30p (tapi gunakan 24p jika itu yang ditentukan oleh persyaratan output Anda, dan gunakan 60p jika Anda ingin slow motion)
      Movie quality: High quality
    • Microphone: Auto (ini hanya mempengaruhi mikrofon kamera)
    • Wind noise reduction: ON (juga hanya mempengaruhi mikrofon kamera)
    • Manual movie settings: ON (memungkinkan kemampuan untuk menyesuaikan shutter speed dan ISO secara manual untuk video saat dalam mode Manual (M))
Kembali1 of 2