×
Setting

Panduan Setting Nikon D800 / D800E

Kembali1 of 5

Sebelum masuk ke menu kamera, mari kita mulai dari kontrol eksterior. Nikon D800 / D800E memiliki banyak opsi menu, tetapi ada beberapa hal yang hanya dapat Anda kendalikan dengan kontrol eksternal.

Mode Autofocus (AF Mode), Bracketing dan Flash

Di bagian kiri depan kamera, Anda akan menemukan tuas untuk beralih dari Autofocus (AF) ke Manual Focus (M), dengan tombol di tengah (lingkaran merah besar pada gambar di bawah). Pastikan untuk menjaga tuas itu pada “AF” jika ingin lensa bekerja dengan fokus otomatis. Jika karena suatu alasan lensa Anda berhenti fokus, inilah yang perlu diperiksa terlebih dahulu. Menekan tombol di tengah tuas memungkinkan untuk memilih di antara AF Mode yang berbeda.

Untuk mengaktifkan perubahan tersebut, Anda perlu menekan dan menahan tombol, lalu menggeser tombol dial belakang dengan ibu jari Anda. Saat Anda melakukan itu, lihat keterangan pada LCD atas yang akan menunjukan kamera akan beralih antara AF-S dan AF-C. Kami tidak akan membahas terlalu banyak detail tentang setiap mode autofocus, karena semuanya dijelaskan secara rinci dalam artikel khusus (baca di sini). Berikut ini rekap cepatnya:

  • AF-S – mode ini disebut “Single-servo AF” dan hanya digunakan untuk subjek stasioner yang tidak bergerak. Saat Anda menekan tombol rana setengah (1/2) maka fokus secara otomatis mengunci subjek, tapi jika subjek Anda bergerak, fokus tidak akan berubah dan hasilnya gambar menjadi buram / gagal fokus. Hanya gunakan mode ini untuk memotret subjek yang tidak bergerak seperti model, landscape, arsitektur, dll. Namun saat memotret dalam situasi yang sangat kurang cahaya, kamera perlu bantuan lampu agar AF bekerja efektif.
  • AF-C – dikenal sebagai “Continuous-servo AF” dalam istilah Nikon, pengaturan ini digunakan untuk memotret subjek yang bergerak. Saat Anda menekan tombol rana setengah kemudian subjek Anda bergerak, kamera akan mencoba menyusaikan kembali fokus pada subjek. Jika Anda penembak fotografi aksi seperti olahraga, street, dll, Sebaiknya tetapkan kamera Anda pada mode AF-C ini dan hanya beralih ke AF-S dalam situasi tertentu saja.

Jika sebagai pemula Anda tidak dapat memutuskan mana yang terbaik bagi Anda, kami akan merekomendasikan untuk menggunakan mode AF-C untuk pelacakan fokus otomatis daripada AF-S.

Sekarang jika Anda memutar tombol depan dengan jari telunjuk Anda sambil memegang tombol yang sama, Anda akan mendapatkan banyak pilihan yang berbeda seperti “S”, “D 9”, “D 21”, “D 51”, “3D” dan “Auto”. Pengaturan ini untuk mengontrol titik fokus (AF Point) yang bisa Anda lihat di dalam jendela bidik (viewfinder). Jika Anda tidak tahu harus mulai dari mana, gunakan “S” (Single), yang memungkinkan Anda memilih satu titik fokus tunggal yang akan digunakan kamera mengatur letak titik fokus. Mari beralih ke kontrol eksternal lainnya.

Tepat di atas tuas AF/M, Anda akan menemukan satu tombol Flash tambahan, yang memungkinkan Anda untuk menyempurnakan kompensasi flash dan mengatur parameter flash lainnya seperti sinkronisasi flash depan / belakang. Setelan Flash tidak terlalu penting, tetapi untuk saat ini, pastikan semuanya dimatikan dan tampilkan “0,0” saat Anda menekan dan menahannya.

Mode Pemotretan dan Mode Dial

Di sisi kiri atas kamera Anda akan menemukan tombol besar dengan 4 tombol kecil di atasnya. Fungsi utama dari tombol dial ini adalah untuk mengatur mode pemotretan Anda dan tombol-tombol yang ada di bagian atas untuk melakukan penyesuaian cepat terhadap format / kualitas gambar, Bracketing, ISO, dan White Balance.

Dial ini memiliki banyak mode pemotretan seperti “S” (Single), “Cl, Ch” (Continuous Low dan Continuous High), “Q” (Quiet), Timer dan Mup (Mirror lock-up). Biasanya pengguna Nikon mengatur ke “S” yang hanya menembakkan satu tembakan ketika menekan tombol shutter. JikaAnda ingin kamera memotret beberapa bidikan saat memotret aksi, silahkan beralih ke “Ch”.

Tombol atas kamera sangat bagus untuk mengubah pengaturan penting dengan cepat seperti ISO dan White Balance. Adapun tombol “BKT” yang dapat dikonfigurasi untuk mengatur parameter Bracketing, yang dapat Anda ubah dengan menggunakan tombol dial depan (untuk langkah bracketing) dan dial belakang (untuk jumlah frame). Nikon D800 / D800E memungkinkan bracketing hingga 9 frame dan hingga 1 stop (EV) terpisah. Tombol ISO memungkinkan perubahan ISO secara cepat dengan menggunakan tombol dial belakang, sementara tombol dial depan untuk menghidupkan / menon-aktifan Auto ISO. Anda akan menyukai kemampuan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan Auto ISO secara otomatis, biasanya Nikon lainnya perlu memetakan tombol Fn (Function) di bagian depan kamera ke pengaturan Auto ISO, sehingga dapat membuat perubahan ke ISO maksimum dan shutter speed minimum. Terakhir, tombol “WB” untuk pengaturan / mengubah White Balance, yang mana tombol dial belakang memungkinkan Anda mengubah White Balance.

Di sebelah kanan tombol mode pemotretan, Anda akan menemukan tiga tombol: tombol “MODE” untuk mengubah mode kamera, tombol perekaman video (dengan titik merah) dan tombol Exposure Compensation. Tidak seperti kamera lain dengan mode dial tradisional “PASM“, Nikon D800 / D800E tidak memiliki dial semacam itu dan memerlukan penggunaan tombol MODE sebagai gantinya. Jadi jika Anda perlu beralih di antara mode kamera yang berbeda, Anda perlu menahan tombol MODE dan memutar / menggeser tombol dial belakang. Melakukan hal itu akan mengungkapkan 4 mode berbeda: “P” (Program), “S” (Shutter Priority), “A” (Aperture Priority) dan “M” (Manual). Tombol Exposure Compensation melengkapi mode Aperture Priority dan tombol AE-L / AF-L di bagian belakang ketika Anda ingin mengunci eksposur.

Kembali1 of 5

Kelasfotografi.com - Tutorial fotografi, tips trik, olah digital, review kamera dan lensa, inspirasi, dan info menarik lainnya. Terima kasih telah menjadi pemirsa kami.