×
10 Tips Sukses Menangkap Fotografi Jalanan (Street Photography)
Tips Trik

10 Tips Fotografi Jalanan (Street Photography)

Kembali1 of 3

Esensi fotografi jalanan (street photography) adalah tentang mendokumentasikan kehidupan sehari-hari dan masyarakat di jalanan. Anda dapat menemukan oportunitas dalam praktek fotografi jalanan di manapun juga dan Anda tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menangkap gambar yang luar bisa.

Memang ini adalah sebuah genre fotografi yang biasanya dilakukan secara candid atau tanpa izin dan tanpa sepengetahuan subjek Anda. Namun, fotografi jalanan tidak mengesampingkan soal adegan yang disengaja atau direncenakan bersama subjek. Jika Anda menemukan tempat dengan interaksi karakter yang sesuai visi Anda, kemungkinan Anda terlihat sebagai orang asing, maka cobalah miminta izin mengambil gambar subjek di sekitar itu. Ini cara yang bagus untuk mendapat gambar portait yang lebih intim dari seseorang di lingkungannya. Namun yang paling penting dalam fotografi jalanan adalah bersenang-senang dan menikmati perjalanan dengan kamera Anda. Ingat, tujuan Anda adalah untuk menangkap emosi, hubungan kemanusiaan, dan menggambarkan karakter seseorang.

Photo by Drew Hopper

Memang tidak dipungkiri, dibutuhkan waktu untuk mendapatkan tembakan yang baik, tetapi dengan beberapa latihan dan kesabaran pasti akan berguna. Nah, inilah yang menjadi topik kali ini, yang merupakan tips dari fotografer berpengalaman Drew Hopper. Tips dari Drew ini akan mengajarkan Anda bagaimana cara untuk berhasil dalam fotografi jalanan (street photography). Beberapa ada tambahan dari saya sendiri untuk menjelaskan bagian yang kurang rinci. Silahkan simak 10 tips fotografi jalanan berikut ini:

1# Memilih Lensa Yang Tepat

Memutuskan lensa yang digunakan adalah salah satu faktor yang paling penting dalam fotografi jalanan. Anda mungkin akan tergoda untuk menggunakan lensa zoom tele, tapi itu lebih menjurus kepada kemungkinan yang “berbahaya” daripada kemungkinan “baik”. Mengapa? Anda pasti tidak ingin terlihat aneh saat berdiri di seberang jalan dan mengarahkan lensa besar Anda pada orang asing. Jika Anda ingin merasa nyaman berada dikerumunan orang banyak, baiknya gunakan saja lensa wide-angle. Baca di sini jenis-jenis lensa.

Photo by Drew Hopper

Tips pertama ini sebenarnya berbicara soal pisikis lingkungan terhadap fotografer di tempat yang asing. Jika orang-orang terus melihat Anda penuh keheranan, akan mempengaruhi kenyamanan Anda. Jadi utamakan kenyamanan agar Anda bisa fokus mengambil gambar. 

Terkait hal di atas, banyak fotografer jalanan yang cenderung memilih kamera kompak ketimbang DSLR yang terlihat mencolok dengan ukurannya yang besar, apalagi jika ditambah lensa tele yang besar pula? Keuntungan lainnya bahwa kamera kompak lebih kecil, ringan, dan mudah di bawa kemana-mana. Beberapa fotografer NatGeo kadang hanya membawa iPhone mereka untuk mendokumentasikan apa yang mereka lihat sepanjang perjalanan.

2# Pengaturan Kamera

Cara tercepat dan termudah mengatur kamera Anda dalam fotografi jalanan adalah beralih ke mode Aperture Priority (A/Av) atau Shutter Priority (S/TV). Untuk tips yang kedua ini saya setuju dengan Drew Hopper, bahwa untuk fotorafi jalanan maupun jurnalis, sebaiknya menggunakan 2 mode eksposur di atas. Mode Manual (M) hanya akan memperlambat Anda sehingga besar kemungkinan Anda akan kehilangan banyak peristiwa penting. Begitupula dengan mode Auto / Program (P) yang dikira memudahkan, justru kadang menghasilkan kualitas gambar yang melenceng. Tapi jika tidak ada pilihan lain, maka mode Auto atau Program (P) masih lebih memudahkan ketimbang Manual (M). Kecuali Anda mendapat kelonggaran untuk menangkap adegan.

Photo by Drew Hopper

Sekali lagi rekomendasinya agar Anda menggunakan kedua mode di atas. Dengan mode Aperture Priority Anda hanya perlu mengatur aperture bila ingin memperluas ketajaman atau sebaliknya (baca di sini tentang DOF). Sedangkan mode shutter priority akan mempermudah Anda mengatur shutter speed yang sesuai untuk menangkap subjek bergerak. Jika Anda masih bingung dengan penjelasan di atas, sebaiknya baca artikel saya mengenai mode-mode kamera (klik di sini).

Kemudian, jika Anda menemukan penyimpangan eksposur akibat menggunakan mode Aperture atau Shutter priority, maka solusinya bisa di atasi dengan fitur AE-Lock (baca di sini) atau Exp. Compensation (baca di sini). Dan bila Anda masih baru di fotografi dan masih bergantung pada mode Auto / Program (P), maka gunakan fitur AF-Lock atau Exp. Compensation di atas untuk membantu Anda membentuk eksposur secara instan.

Kembali1 of 3