×
Environmental Portrait by Drew Hopper
Tips Trik

8 Tips Mengambil Gambar Environmental Portrait

Kembali1 of 3

Portrait merupakan genre fotografi yang lebih memfokuskan ke subjek manusia, sehingga sangat sering foto subjek manusia itu disebut “portrait”. Adapun genre “environmental portrait” ini masih berhubungan dengan genre portrait, hanya saja ini lebih diperluas.

Environmental portrait adalah genre fotografi yang mengekspose subjek pada lingkungan biasa ia berinteraksi, entah itu di rumah, kantor, sekolah dan segala yang berhubungan dengan subjek tersebut. Kesimpulannya ini menggambarkan hubungan antara subjek dengan lingkungannya dan terkadang genre ini menggambarkan kehidupan pribadi seseorang. Environmental portrait ini sering dianggap sebagai kebalikan dari pemotretan portrait dalam studio yang mana di dalamnya “semua terkendali” atau kata kasarnya “penuh rekayasa”. Tidak ada yang salah dengan itu, dalam dunia fotografi masing-masing sudah ada porsinya.

Selain subjek yang ditemukan tanpa sengaja di lapangan, dalam hal ini fotografer juga bisa menargetkan subjek yang memiliki “karakter” misalkan seorang musisi dengan lingkungannya seperti panggung, studio rekaman, dan juga hal-hal yang berhubungan dengan karakterya entah itu dari segi penampilan, style, maupun interaksinya.

Sehubungan dengan environmental portrait ini, seorang fotografer domisili Australia, Drew Hopper berbagi tips untuk bagaimana menangkap gambar environmental portrait yang baik termasuk cara memanfaatkan cahaya alami di dalamnya. Drew Hopper seorang fotografer yang terpikat dengan keragaman budaya, dan kerap melakukan travelling untuk menangkap gambar portrait, meskipun kadang-kadang ia juga memotret landscape. Berikut tipsnya:

1. Perencanaan ke depan

Photo credit © Drew Hopper

Hal pertama yang dilakukan oleh Drew sebelum melakukan perjalanan fotografi adalah memutuskan apa saja yang ingin ia lihat dan jenis foto seperti apa yang akan ia tangkap. Ketika perjalanannya ke Myanmar, Drew Hopper terinspirasi oleh kultur di sana, sehingga pada saat itu ia ingin menangkap adegan masyarakat lokal dan budaya terkait yang dipentaskan secara alami dengan pemotretan secara “candid”.
Sebelum melakukan perjalanan, Drew Hopper menghabiskan banyak waktu untuk melakukan penelitian di internet agar perjalanannya sukses dan tidak sia-sia.

Dalam hal ini, ia menekankan juga untuk menentukan beberapa hal. Apakah Anda membutuhkan asisten atau “fixer” sebagai penerjemah ketika berada di negara asing? Apakah Anda memotret di dalam atau luar ruangan? Apakah Anda perlu izin lokasi dan model release jika nantinya hasil gambar akan dikomersilkan? Ini hanya beberapa pertanyaan yang mungkin muncul sebelum Anda melakukan perjalanan fotografi.

2. Lokasi adalah segalanya

Photo credit © Drew Hopper

Menemukan lokasi yang sempurna adalah hal yang menantang, dan itu kunci dalam menangkap gambar environmental portrait. Drew Hopper menyarankan untuk mengintai setiap area dalam pencarian lokasi yang tepat untuk menggambarkan subjek Anda. Teruslah bertahan sampai Anda benar-benar menemukan lokasi yang tepat, dan itu pasti akan menghasilkan gambar yang lebih kuat.

Sebaiknya bertemu dengan subjek Anda terlebih dahulu untuk mengenal mereka. Mungkin mereka memiliki tempat di mana mereka bisa lebih santai. Sebagai contoh, orang-orang lebih sering merasa nyaman di rumah mereka sendiri, dan ini menjadi peluang yang bagus untuk lebih bebas menangkap ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Meskipun, beberapa orang mungkin tidak merasa nyaman mengundang orang asing ke tempatnya, sehingga menjadi sebuah kehormatan jika Anda bisa diundang ke rumah mereka.

Menurut Drew menampilkan banyak detail pada background itu penting untuk menambah “sense” pada lokasi Anda dan juga untuk mendefinisikan karakter subjek Anda. Namun berhati-hatilah saat mengubah komposisi, jangan sampai background mengurangi kehadiran subjek Anda. Namun tetap saja, fokus utamanya harus pada subjek Anda.

Kembali1 of 3