×
Bagaimana Cara Membuat Foto Siluet
Tips Trik

Bagaimana Cara Membuat Foto Siluet?

Biasanya fotografer berbicara tentang pentingnya menggunakan lampu flash ketika menembak dengan posisi subjek membelakangi matahari untuk memberikan cahaya yang cukup ke subjek. Tetapi ada juga saat-saat ketika membuat subjek terpisah dari garis besar mereka dengan latar belakang yang terang, sehingga dapat menjadi yang paling efektif atau ketika dengan kata lain siluet adalah sesuatu yang menarik untuk diterapkan.

Siluet adalah cara yang bagus untuk menyampaikan drama, misteri, emosi, dan suasana hati kepada pemirsa foto Anda dan sering menonjol dalam sebuah album karena kombinasi kesederhanaannya tetapi juga kisah yang mereka sampaikan. Saya suka siluet karena tidak memberikan gambaran yang jelas tentang segala sesuatu tetapi meninggalkan sebagian dari gambar hingga imajinasi pemirsa bertanya-tanya.

Strategi dasar yang perlu Anda terapkan dalam membuat foto siluet adalah menempatkan subjek Anda di depan beberapa sumber cahaya lalu mengatur eksposur berdasarkan bagian paling terang (latar belakang) dan membiarkan subjek menerima konsekuen gelap (underexposure).

Photo Credit © Saravut Whanset

Ada banyak uraian teknis tentang cara mengambil bidikan siluet hebat yang mungkin ingin Anda cari tetapi biarkan saya mencoba untuk menjalankan beberapa langkah dasar yang seharusnya memberikan Anda hasil seperti yang Anda inginkan. Intinya yang saya coba lakukan adalah membuat kamera Anda berpikir kepada bagian terang dari adegan yang paling Anda minati.

Pilih subjek yang Kuat

Hampir semua objek dapat dibuat menjadi siluet, namun ada yang lebih baik dari yang lainnya. Pilih subjek dengan bentuk yang kuat dan dapat dikenali. Buat ia cukup menarik dan bisa menahan minat pemirsa yang melihat gambar Anda. Siluet tidak dapat menggambar warna, tekstur, dan tone subjek untuk membuatnya menarik. Jadi untuk subjek Anda hanya perlu berkonsentrasi pada bentuknya. Jangan memilih bentuk subjek yang dalam siluetnya terlihat samar, seperti tidak dikenali mana bentuk kepala, tangan, kaki, dll.

Matikan flash kamera

Pastikan kamera Anda tidak dalam mode Auto atau Program, yang mana pada mode tersebut akan menghidupkan flash secara otomatis ketika kamera mendeteksi kurangnya cahaya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, biarkan subjek dengan konsekuen gelap / kurang cahaya. Karena dalam trik ini konsentrasi kita pada subjek bukan lagi pada pencahayaannya tapi pada bentuk subjek yang semenarik mungkin dalam gambar siluet. Jika memang Anda tidak mahir mengoperasikan kamera selain mode auto, maka solusinya akan saya jelaskan di bagian bawah.

Photo Credit © Wilfredo Lumagbas Jr.

Mengatur cahaya dengan benar

Jadi, daripada menerangi bagian depan subjek Anda, di dalam siluet Anda perlu memastikan bahwa ada lebih banyak cahaya bersinar di latar belakang daripada latar depan dalam adegan Anda. Pencahayaan yang sempurna untuk ini adalah menempatkan subjek Anda di depan matahari terbenam (sunset) atau matahari terbit (sunrise). Akan tetapi sebenarnya pencahayaan dari sumber lain juga dapat melakukan trik ini. Intinya untuk bagian ini, pastikan Anda telah menetapkan pencahayaan yang baik untuk latar belakang dan sekali lagi jangan khawatir soal pencahayaan subjek.

Framing adegan

Ini seperti kebiasaan kita menembak pada umumnya yaitu membingkai adegan sebaik mungkin dengan memperhatikan beberapa aturan, seperti mengatur keseimbangan (ini yang utama), kemudian menempatkan subjek pada rule of third dan beberapa teknik pemotretan yang Anda kuasai. Saran, bingkai subjek Anda di depan dataran yang bagus dengan latar belakang yang terang. Biasanya latar belakang terbaik adalah langit tanpa awan terang dengan memposisikan matahari sekreatif mungkin.

Buat bentuk siluet yang berbeda dan rapi

Jika ada lebih dari satu bentuk atau subjek pada adegan yang Anda coba siluetkan, cobalah untuk memisahkannya. Misalkan saja Anda membuat siluet pohon dan seseorang yang berdiri di depannya atau bahkan bersandar pada pohon tersebut, maka pisahkan kedua subjek, karena pohon dan orang tersebut akan tergabung dalam satu bentuk siluet, sehingga pemirsa Anda akan bingung tentang bentuknya.

Photo Credit © M. Hajar A.K | Menggunakan Kamera Smartphone Vivo Y55s

Kemudian perlu diingat bahwa subjek manusia dalam siluet tidak perlu ditampilkan sebagai profil, sebagaimana ketika Anda ingin menampilkan fitur wajah (hidung, mulut, mata) yang membuat mereka lebih mungkin untuk dikenali. Itu bukan target kita dalam foto siluet dan bentuk siluet yang rapi itu paling tidak bentuk subjek Anda tidak samar seperti pohon dan seseorang yang bersandar padanya. Tapi Anda masih bisa menempatkan subjek orang di samping pohon dengan jarak tidak terlalu jauh. Ini masih berhasil untuk siluet dan saya sering melakukannya.

Menggunakan Mode Auto

Untuk bagian ini selain menjadi solusi pengguna awam kamera DSLR juga menjadi solusi pengguna kamera ponsel. Ya, kamera ponsel Anda juga bisa membuat siluet. Semua orang termasuk mereka yang awam juga ingin bisa menghasilkan foto yang menarik termasuk siluet ini. Masalahnya tidak semua pengguna kamera digital bisa mengatur eksposur untuk menghasilkan siluet. Jadi di sini saya menulis kiat-kiat khusus bagi mereka.

  • Bagi pengguna awam yang mengandalkan mode Auto atau Program, pertama gunakan mode manual fokus (MF) pada lensa lalu fokuskan subjek dengan baik. Setelah subjek telah fokus, arahkan kamera pada bagian paling terang di latar belakang (matahari misalnya) dan jangan merubah fokus lensa. Lalu tekan setengah (1/2) tombol shutter dan jangan lepaskan jari Anda, kemudian arahkan kembali kamera Anda ke subjek, lalu tekan penuh tombol shutter untuk menembak. Rincian tentang cara menekan tombol shutter silahkan baca di sini.
  • Bagi pengguna kamera ponsel Anda, terlebih dahulu silahkan ubah pengaturan shutter untuk tidak menembak terus-menerus (continuous) saat tombol shutter ditekan lama. Sebelum menembak, arahkan kamera pada bagian terang di latar belakang kemudian tekan tombol shutter di layar ponsel Anda dan jangan lepaskan jari Anda sedikit pun. Saat itu Anda akan melihat penurunan cahaya pada adegan, selanjutnya arahkan kembali kamera pada subjek lalu lepaskan jari Anda maka kamera akan menembak. Sedangkan rincian cara menekan tombol shutter kamera ponsel silahkan baca di sini.

 

Sebenarnya mencari bagian yang terang tidak harus di latar belakang, bisa juga pada pakaian subjek yang berwarna putih misalnya. Intinya ingat trik ini: semakin terang bagian tersebut, maka semakin gelap pencahayaan yang diakibatkan kamera mencoba mengimbangi bagian terang tersebut. Ini disebabkan oleh cara kerja metering kamera. Dan untuk mode metering kamera DSLR, silahkan ganti menjadi Spot atau Centered. Baca di sini panduannya.

Menggunakan Mode Manual

Dengan mode pemotretan Manual (M) tentu kita bisa melakukan lebih banyak lagi daripada mode auto di atas. Biasanya orang-orang berkonsentrasi pada shutter speed dalam menembak siluet. Bagi saya pribadi yang pertama adalah menetapkan nilai aperture, saya akan menggunakan f/8 untuk mereduksi vignette (abaikan cara ini jika Anda menyukai vignette). Selanjutnya saya menetapkan ISO rendah 100 atau disesuaikan. Terakhir, barulah saya meninggikan nilai shutter speed (nilainya kondisional). Atau bisa juga dengan hanya menetapkan ISO rendah dan mengatur shutter speed. Intinya Anda hanya perlu mendapatkan pencahayaan yang baik pada latar belakang dan menggelapkan subjek sebagai siluet. Jika hasilnya terlalu gelap maka silahkan naikkan ISO secara bertahap atau menurunkan nilai shutter speed.

Photo Credit © M. Hajar A.K

Siluet dengan levitasi

Mencapai dua ekspektasi sekaligus dengan sekali setting. Karena untuk siluet dan levitasi ini bisa dicapai dengan hanya berkonsentrasi pada shutter speed. Adegan levitasi dalam siluet adalah kombinasi yang kuat dan populer digunakan kebanyakan orang pada gambar siluet mereka. Bagian ini hanya variasi, jika berminat silahkan baca di sini pembahasan cara menembak levitasi dengan DSLR, dan baca di sini untuk kamera ponsel.

Photo Credit © M. Hajar A.K

White Balance

Bagian ini sengaja saya akhirkan karena menurut saya yang utama adalah mengetahui teknisnya. Karena kebanyakan orang menembak siluet saat sunset / sunrise maka lebih cenderung menggunakan white balance (WB) “Cloudy”. Tidak harus ketergantungan pada Cloudy dan sebenarnya ini soal selera.

Photo Credit © M. Hajar A.K

Jika Anda menggunakan WB “Daylight” maka Anda masih bisa menangkap birunya langit dan temperatur kekuning-kuningan. Sementara jika menggunakan Cloudy maka temperatur cenderung ke orange seperti foto siluet pertama dalam artikel ini. Dan tidak harus pula mengikuti temperatur matahari, Anda juga bisa berkreasi dengan temperatur kebiruan seperti foto siluet saya di atas. Jadi di bagian akhir ini saya ingin Anda mencoba yang berbeda untuk foto siluet dan sekali lagi ini soal selera. Adapun cara mengatur WB silahkan baca di sini panduannya.

Semoga panduan ini bermanfaat dan menambah kreatifitas seni fotografi Anda. Selamat mencoba dan selamat belajar.