Terhubung Dengan Kami

Tips Trik

Focus Stacking, Cara Menghasilkan Foto Yang Tajam Merata

Back1 of 2

Banyak fotografer landscape tertarik menerapkan focus stacking yaitu menggabungkan beberapa gambar dari adegan yang sama, dan masing-masing gambar difokuskan pada jarak yang berbeda, kemudian semua gambar tersebut digabung (marge) menjadi satu foto yang tajam merata. Ini trik yang berguna untuk situasi yang menantang. Misalnya, banyak elemen yang sangat dekat dengan kamera Anda dan bukan dalam area yang tajam, maka focus stacking mungkin satu-satunya cara untuk mendapatkan bidikan tajam, baik untuk bagian paling jauh maupun yang dekat dengan kamera.

Artikel ini akan memberikan gambaran tentang focus stacking untuk fotografi landscape, termasuk petunjuk penerapannya dan cara mengolah hasilnya di Photoshop. Semua kiat ini juga relevan untuk jenis fotografi lainnya, bukan hanya landscape saja.

1. Seperti apa itu Focus Stacking?

Focus stacking memungkinkan Anda mengambil beberapa foto dengan fokus pada titik yang berbeda, lalu menggabungkan semua gambar untuk menjadi satu gambar yang paling tajam. Misalnya, Anda dapat mengambil tiga foto pada adegan tertentu: satu fokus pada latar depan (foreground), satu lagi di tengah (midleground), dan sepertiga di latar belakang (background). Kemudian, Anda dapat mengambil bagian terbaik dari setiap foto dan menggabungkannya menjadi gambar yang sepenuhnya fokus. Lihat ilustrasi berikut ini:

Anda dapat melakukan teknik ini dengan lensa dan kamera apa pun, tetapi Anda harus memiliki software post-processing yang tepat untuk menggabungkan semua gambar. Anda bisa menggunakan Photoshop, tetapi ada program yang lebih baik di luar sana jika Anda menggunakan banyak gambar dalam focus stacking, seperti Helicon Focus dan Zerene Stacker yang menjadi dua software unggulan. Namun, jika Anda hanya sesekali saja melakukan teknik ini, maka dengan Photoshop saja sudah cukup.

2. Mengapa harus Focus Stacking?

Ada dua alasan utama mengapa Anda mungkin ingin menggunakan teknik ini pada foto landscape. Pertama, Anda bisa menggunakan teknik ini saat memotret landscape yang memiliki terlalu banyak kedalaman ruang (baca di sini tentang DOF). Dengan kata lain, beberapa bagian adegan terlalu dekat dengan kamera Anda, dan mereka tidak fokus jika Anda hanya mengambil satu foto saja. Ini dapat terjadi jika latar depan Anda sangat dekat dengan kamera Anda, dan tidak ada cara untuk menangkap latar depan dan latar belakang yang terfokus dalam satu gambar (bahkan di lubang kecil seperti f/16).

Anda juga akan mengalami masalah ketajaman saat menggunakan lensa telefoto untuk fotografi landscape. Karena mereka memiliki kedalaman ruang yang sangat tipis, lensa telefoto akan menyebabkan beberapa blurriness di banyak tempat dalam adegan. Sekali lagi, bahkan aperture f/16 mungkin tidak memberi Anda kedalaman ruang / ketajaman yang cukup.

Namun, ada juga alasan kedua mengapa beberapa fotografer memlih focus stacking.

Karena semua lensa memiliki sweet spot yaitu nilai aperture tertentu yang memberi Anda foto paling tajam. Pada kebanyakan lensa, sweet spot ini akan berada antara f/4 hingga f/8. Sayangnya, bukaan itu tidak selalu memberi Anda kedalaman lapangan yang cukup. Itulah alasan lain untuk menggunakan focus stacking. Jika Anda menginginkan kualitas gambar tertinggi absolut dari landscape tertentu, Anda dapat menggunakan aperture yang paling tajam dan menumpuk fokus sebanyak yang Anda butuhkan. Kelemahannya, tentu saja adalah Anda perlu mengambil beberapa foto per adegan untuk menangkap semua kedalaman ruang. Ini mungkin sedikit repot.

Pada akhirnya, Anda hanya perlu focus stacking jika Anda membutuhkan lebih banyak detail daripada yang bisa dilakukan oleh satu foto. Keuntungannya Anda dapat membuat cetakan besar, melakukan banyak pemangkasan, atau bekerja dengan landscape yang memiliki kedalaman ruang yang sangat besar.

3. Kapan Waktu Menggunakan Stacking Fokus?

Tentu saja tidak ada yang instan. Di satu sisi, bila dibandingkan dengan satu foto, focus stacking membutuhkan lebih banyak waktu dan ruang kartu memori, ditambah lagi tidak semua bentang alam dapat sukses dengan focus stacking.

Misalnya, pikirkan tentang gelombang yang bergulir ke pantai. Itu tidak masalah dengan mengambil satu foto, tetapi dengan focus stacking pada dasarnya itu mustahil, karena banyaknya gelombang yang bergerak cepat, maka tiap-tiap gambar akan menunjukan posisi gelombang yang berbeda-beda, jelas ini tidak mungkin untuk menggabung semua gambar dalam satu gambar. Hal semacam ini berlaku di banyak adegan landscape dengan subjek yang bergerak cepat. Semakin cepat adegan berubah, semakin sulit untuk focus stacking.

Jadi, gunakan focus stacking pada adegan landscape yang tenang atau paling tidak pada adegan yang masih bisa Anda kontrol. Yang penting, jangan menghindari teknik ini hanya karena ia membutuhkan banyak waktu, karena pada akhirnya hasilnya sepadan dengan usaha Anda.

Back1 of 2

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha kami menyusun semua artikel di blog Kelasfotografi.com. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

More in Tips Trik

To Top