×
Merubah Lensa Biasa Menjadi Makro Dengan Reverse Ring
Tips Trik

Merubah Lensa Biasa Menjadi Makro Dengan Reverse Ring

Kembali1 of 2

Tidak banyak hal yang masih akan berfungsi ketika digunakan dengan cara yang salah. Sendok garpu atau sepatu misalnya, keduanya memiliki arah penggunaan yang tetap, dan tidak dapat digunakan secara terbalik. Lensa fotografi, atau setidaknya beberapa dari mereka, merupakan pengecualian untuk aturan ini. Untuk fotografi makro, menggunakan lensa secara terbalik justru bisa meningkatkan kinerjanya.

Lensa terbalik? Bagaimana cara kerjanya?

Lensa non-makro atau konvensional dirancang untuk memproyeksikan gambar kecil yang terfokus dari subjek yang berjarak jauh dari sensor dalam kamera. Ketika jarak lensa ke subjek berkurang atau semakin dekat, gambar menjadi lebih besar dan lebih besar (lihat di sini teorinya). Pada titik fokus tertentu, subjek yang terlalu dekat akan sulit fokus dengan benar bila menggunakan lensa non-makro. Inilah inti pembahasan kali ini, untuk mencapai hal itu, kita bisa menerapkan teknik “membalikkan lensa” menggunakan bantuan sebuah ring adapter yang dikenal sebagai “reverse ring“. Dengan posisi terbalik, elemen belakang lensa akan menghadap subjek dan elemen depan mengarah ke kamera. Hasilnya akan memproyeksikan gambar yang diperbesar dari objek kecil, seperti yang dilakukan oleh lensa desain khusus makro.

Mungkin terdengar rumit, tetapi kenyataannya tidak! Untuk DSLR atau kamera mirrorless, lensa dengan focal length 50mm atau kurang dari itu, dapat dibalik untuk alternatif fotografi makro. Dan semakin pendek focal length, semakin besar pembesaran (magnification). Soal bagaimana reverse ring terpasang di kamera, silahkan perhatikan gambar berikut:

Reverse ring dipasang ke body kamera

Lensa secara terbalik dipasang ke reverse ring yang sudah terpasang lebih dahulu di kamera

Adapter reverse ring juga memiliki thread ulir seperti filter lensa, sehingga cara pasangnya tidak sulit, sama seperti saat Anda memasang filter di elemen depan lensa Anda dengan cara memutar filter. Soal dampaknya tentu saja ada, tapi bukan masalah seirus. Pada elemen belakang, apa pun kontak mekanis dan elektronik yang dimiliki lensa akan berpotensi tergores. Kita bisa mengatasi ini dengan menambahkan tutup lensa (cap) belakang yang bagian bawahnya dibor, kemudian dipasang ke mount lensa, ini akan memberikan perlindungan pada bagian yang rentan dan halus tersebut, dan juga berfungsi sebagai tudung lensa (lens hood).

Lensa apa yang Anda punya?

Lensa prime 50mm atau lensa zoom standar (kit) selalu menjadi kandidat terbaik untuk teknik ini. Anda juga dapat bereksperimen dengan beberapa lensa aperture lebar yang Anda miliki. Jika Anda menggunakan lensa zoom, coba focal length yang berbeda dan lihat bagaimana efek pembesaran dan perspektifnya. Periksa vignetting (penggelapan gambar) yang mengarah ke sudut frame. Jika terlihat vignet, maka pastikan image circle lensa dapat mengisi penuh sensor kamera Anda.

Menggunakan PENTAX K-S2 | 28mm, ISO 400, 1/180, f/2.8

Mengontrol lensa secara manual

Perhatikan bagian ini! Umumnya reverse ring adalah produk third-party yang didesain sederhana, sebab fungsinya hanya sebagai “penyambung” antara body kamera dengan lensa yang dipasang terbalik. Oleh karena lensa dipasang terbalik, tentu koneksi elektrik lensa tidak lagi berguna dalam hal ini. Artinya, Anda tidak bisa lagi mengontrol bukaan (aperture) lensa Anda. Masalah ini harus Anda maklumi, bagaimana pun juga ini hanya trik alternatif fotografi makro, tapi masih digunakan sampai saat ini.

Tanpa kontrol apapun dari kamera, maka Anda harus mengontrol aperture pada lensa itu sendiri secara manual. Ini juga artinya Anda harus menggunakan lensa yang memiliki ring aperture, yang umumnya ada pada desain lensa tua (fokus manual). Lensa tua fokus manual sangat bagus untuk trik ini, namun banyak lensa tua “autofocus” yang masih memiliki ring aperture. Adapun lensa modern yang kekurangan fitur ini masih dapat disesuaikan selama lensa tersebut memiliki “aperture control tab“. Tab ini adalah sambungan mekanis antara diafragma / aperture lensa dan mekanisme kontrol diafragma kamera. Perhatikan gambar di bawah:

Kembali1 of 2