×
Panduan Memotret Seseorang di Luar Ruangan (Outdoor)
Tips Trik

Panduan Memotret Seseorang di Luar Ruangan (Outdoor)

Kembali1 of 2

Saya sengaja memberi judul seperti itu karena memang saya tidak ingin membatasi topik ini seolah hanya untuk membahas pemotretan talent atau model. Seseorang di sini bisa saja itu keluarga Anda atau teman yang Anda ajak bersenang-senang dengan kamera Anda.

Mengapa ada kata “panduan”? Apakah ada aturan khusus mengenai topik ini? Bukan mengkhususkan tapi aturan fotografi akan memandu kita untuk bagaimana cara menghasilkan sebuah foto yang baik. Dan foto yang baik itu bukan soal Anda senyum lebar di depan kamera, kulit yang mulus mirip boneka, bukan itu, tetapi ini mengenai hal-hal yang akan membuat foto Anda itu bernilai menurut kaidah fotografi. Terlebih lagi jika Anda memang serius dengan fotografi, maka mulailah dari hal-hal dasar.

Pemotretan yang dilakukan di luar ruangan berbeda dengan yang dilakukan dalam ruangan. Banyak hal yang membedakan keduanya baik dari pengaturan kamera, komposisi, alat yang digunakan, dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang memiliki peralatan seadanya sangat cocok untuk memulai belajar fotografi dengan konsep outdoor. Manfaatnya agar Anda terbiasa dengan cahaya alami sebelum belajar menggunakan lighting dalam ruangan (indoor). Tidak hanya itu, pemotretan outdoor kadang “lebih sulit” ketimbang melakukan pemotretan dalam ruangan (indoor). Saya pribadi lebih menyukai outdoor. Lalu apa saja yang perlu Anda perhatikan / siapkan ketika memotret seseorang di luar ruangan?

1. Menyiapkan Konsep

Jika Anda ingin melakukan pemotretan yang serius maka Anda membutuhkan konsep, namun jika pemotretan dilakukan hanya untuk bersenang-senang saja atau tiba masa tiba akal maka setidaknya Anda mempunyai ide untuk sebuah foto yang baik. Tapi saya yakin sebelum Anda bersama teman-teman Anda melakukan trip katakanlah ke pantai, akan ada perbincangan sesama kalian tentang apa saja yang akan dilakukan, berpose di area mana, bagusnya pakai baju apa, dan mungkin Anda memikirkan itu sepanjang malam. Maka itu sama saja Anda telah mengatur konsep. Setidaknya Anda memiliki sebuah “rencana” sekalipun itu ide yang sederhana.

2. Pemilihan Kostum, Aksesoris, dan Properti

Setelah Anda menentukan lokasi pemotretan maka selanjutnya serasikan dengan pemilihan kostum, aksesoris serta properti yang akan digunakan. Akan sangat lucu jika si model mengenakan pakain METAL tapi berposenya di taman bunga, hehehe.. Saya pribadi lebih senang memilih kostum yang sederhana, tidak memiliki banyak corak atau motif, dan kalau bisa cukup 1 warna saja. Tapi lagi-lagi sesuaikanlah dengan lokasi Anda.

Soal properti biasanya secara alamiah properti tersedia sendiri di lokasi seperti tangkai bunga. Namun lebih baik jika Anda membawanya dari rumah seperti boneka, balon, payung, buku, dan sebagainya sesuai kebutuhan pemotretan Anda nantinya.

3. Pemilihan Angel dan Type of Shot

Apa Anda pernah mendengar istilah foto “Close Up”? itu termasuk dalam pembahasan Type of Shot, silahkan baca di sini artikelnya. Sedangkan untuk cara pemilihan sudut pandang (Angle) yang tepat maka Anda bisa mempelajarinya di sini.

4. Jangan Terburu-buru Menakan Tombol Shutter

Saran ini bukan hanya dari saya tapi dari kebanyakn mereka yang profesional. Jangan tergesa-gesa, telitilah saat memeriksa pengaturan kamera Anda. Pelajari kondisi pencahayaan di lapangan, kemudian sesuaikan dengan pengaturan kamera, lalu mulai mengambil gambar. Ini lagi-lagi kembali pada pelajaran dasar fotografi dan rekomendasi saya yaitu:

Mempersiapkan kamera sebelum memotret bertujuan juga untuk mempermudah si model saat berekspresi. Coba banyangkan ketika teman Anda sudah siap dengan “senyum lebarnya” tapi Anda sendiri masih sibuk otak-atik kamera, bisa-bisa ada air yang jatuh dari mulut si model. Ehemmm…

Kembali1 of 2