×
Tips Memotret Anak Balita Di Ruang Terbuka (Outdoor)
Tips Trik

Tips Memotret Anak Balita di Ruang Terbuka (Outdoor)

Kembali1 of 2

Memotret anak-anak adalah kegiatan yang menyenangkan. Saya sendiri menyukai beberapa genre fotografi, namun untuk saat ini saya memfokuskan diri memotret anak-anak atau keluarga. Memotret anak itu ada yang mudah dan ada yang sulit. Memotret bayi dan anak usia 2 tahun ke atas masih jauh lebih mudah. Sedangkan anak usia 1-2 tahun tergolong sulit untuk diambil gambarnya. Mengapa? Karena anak usia seperti itu atau balita yang hyper-aktif, apalagi sudah bisa berjalan adalah subjek yang terus bergerak. Kemudian tidak semua anak usia 1-2 tahun mengerti instruksi fotografer, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi fotografer anak. Sedangkan bayi hanya berdiam di tempatnya dan gerakannya mudah dikontrol, sementara anak usia 2 tahun ke atas lebih mudah memahami instruksi sehingga lebih mudah untuk diambil gambarnya.

Materi ini tidak terlepas dari konsep indoor dan outdoor. Sekalipun di sini kita berbicara tentang subjek yang hyper-aktif, namun pemotretan dalam studio jauh lebih mudah dan terkendali, ketimbang memotret anak di luar ruangan. Sebab mereka akan merasa bebas, senang, dan berlari sana-sini. Jika yang menjadi fotografer adalah Anda sebagai orangtuanya, apa yang Anda lakukan pada saat itu? Bagaimana cara Anda membekukkan gerakan anak? Bagaimana cara Anda mengunci fokus pada anak yang terus bergerak? Menjaga keseimbangan framing dan masih banyak tantangan lain yang harus bisa diselesaikan oleh fotografer anak. Percayalah, ini tidak mudah!

Berdasarkan pengalaman pribadi saya yang memotret anak-anak di ruang terbuka (outdoor) dan hanya mengandalkan cahaya alami (natural light), maka saya menulis tips ini yang semoga saja bermanfaat untuk Anda. Speedlight tidak berlaku banyak di sini, karena di sini saya tidak berbicara subjek diam yang mudah dijangkau flash, melainkan anak balita sebagai subjek yang terus bergerak. Berikut tips dari saya:

1. Memilih Lensa Yang Tepat

Photo Credit © M. Hajar A.K

Sebaiknya gunakan lensa yang ringan semisal lensa prime / fix 50mm atau setara dengan itu. Tidak masalah jika Anda menggunakan lensa lain, seperti lensa zoom untuk fleksibilitas. Tapi alangkah lebih baik lagi jika lensa yang Anda gunakan memiliki stabilizer (IS/VR). Alasannya seperti yang saya katakan di atas bahwa anak balita adalah subjek yang terus bergerak, sehingga kemungkinan tangan Anda bersama lensa terus bergerak pula mengikuti gerakan anak. Oleh sebab itu Anda membutuhkan lensa yang memiliki IS/VR untuk mencegah bluring akibat getaran dari tangan Anda saat memotret. Soal konsekuen motion blur akibat gerakan anak solusinya bukan lagi dengan stabilizer, melainkan dengan pengaturan shutter speed (lihat penjelasannya di bawah). Jadi kemungkinan buruk yang saya maksud di sini ada dua, pertama adalah motion blur akibat gerakan / getaran tangan fotografer, kedua adalah motion blur akibat gerakan anak itu sendiri.

2. Sebaiknya Ada Pendamping Anak

Photo Credit © M. Hajar A.K

Saran saya sebaiknya harus ada salah satu orangtua yang mendampingi anak saat pemotretan. Untuk beberapa sesi, mintalah agar orangtua berinteraksi dengan anak, menghiburnya dan bermain dengannya agar anak tidak canggung apalagi sampai takut dengan fotografer. Namun orangtua anak tetap menjaga jarak agar tidak masuk ke dalam frame. Sekalipun Anda memotret anak sendiri, sebaiknya ada orang yang mendampingi untuk mencegah hal-hal yang berbahaya ketika anak berlari sana-sini.

3. Pemilihan Kostum

Photo Credit © M. Hajar A.K

Memotret anak-anak bisa masuk dalam kategori fotografi keluarga atau dokumenter atau bahkan portrait model. Setiap fotografer anak memilki passion tersendiri tentang konsep yang telah didiskusikan dengan orangtua anak. Ada orangtua yang ingin anaknya berpose dengan kostum yang bagus seperti mengenakan busana ala tuan putri, jas anak laki-laki, kostum orang dewasa versi anak, dll. Tapi ada beberapa fotografer yang memotret anaknya sendiri dengan kostum natural yaitu pakaian seadanya yang dikenakan anak sehari-hari. Untuk konsep natural seperti itu bisa dikatakan sebagai foto dokumentasi anak yang menceritakan kegiatan anak di lingkungannya dan menampilkan interaksi serta ekspresi yang natural. Saya sendiri sebagai fotografer anak menggunakan konsep natural dan tidak ada penekanan anak harus berpakaian bagus dan rapi. Karena saya ingin menampilkan mereka apa adanya. Namun untuk membuatnya seimbang, maka saya meperindah foto adegan sederhana tersebut saat proses olah digital (post-processing). Yang saya jelaskan di sini cuma gambaran awal untuk Anda. Kostum yang bagus atau busana apa adanya, itu tergantung selera Anda. Tapi ingat, sebaiknya kostum yang bagus disesuaikan dengan tempat Anda memotret mereka.

4. Pengaturan Kamera Yang Perlu Diperhatikan

Photo Credit © M. Hajar A.K

Sekali lagi saya katakan bahwa anak yang saya maksud di sini adalah anak usia 1-2 tahun. Anak seusia itu biasanya mulai aktif-aktifnya dan belum mengenal instruksi. Jadi yang harus dilakukan adalah mata Anda harus selalu siaga di viewfinder dan sambil memantau pengaturan kamera Anda. Pengaturan penting kamera yang saya rekomendasikan untuk Anda yang pemula yaitu:

  • Gunakan mode pemotretan Shutter Priority (simbol S pada Nikon, simbol Tv pada Canon). Karena subjek terus bergerak, maka saya sarankan Anda untuk fokus pada pengaturan yang mengontrol gerakan yaitu ‘shutter speed’. Anda bisa lebih mudah melakukan itu bila menggunakan mode Shutter Priority, karena pada mode tersebut Anda hanya perlu mengatur nilai shutter speed, kemudian aperture diatur secara auto oleh program. Sedangkan untuk ISO gunakan nilai rendah yaitu 100 atau sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Baca di sini cara mengatur shutter speed dan di sini cara mengatur ISO.
  • Gunakan mode menembak terus-menerus (continuous-shoot). Pengaturan ini terletak pada menu Drive Mode kamera. Dengan mode continuous Anda bisa mengambil gambar dari setiap gerakan Anak tanpa ragu kehilangan momen lucu anak. Tapi Jika Anda terlatih gunakan saja mode shoot tunggal (singgle-shoot) untuk menghemat shutter-count. Baca di sini cara merubah pengaturan Drive Mode.
  • Untuk pengaturan fokus pada lensa gunakan Manual-Focus (MF) untuk mempermudah Anda mengunci fokus pada Anak yang terus bergerak. Sedangkan untuk pengaturan fokus pada kamera silahkan ubah pengaturan AF Mode dan pilih Al-Servo atau Al-Focus pada DSLR Canon, dan Autofocus-Continuous (AF-C) atau AF-A pada DSLR Nikon. Sebaiknya baca penjelasan AF Mode dan cara merubahnya agar Anda paham maksud rekomendasi saya (baca di sini).
Kembali1 of 2