Terhubung Dengan Kami

Tips Trik

Trik Menghilangkan Flare dan Ghosting Saat Menembak Landscape

Back1 of 3

Ketika menembak adegan pemandangan (landscape) dalam posisi backlit (baca di sini apa itu backlit), dengan sumber cahaya terang seperti matahari, sering kali kita menemukan masalah ghosting dan flare pada gambar. Berfikir tentang pengaturan kamera, sudut pengambilan gambar dan beberapa hal terkait untuk mendapatkan gambar landscape yang “menakjubkan dalam posisi backlit” bukanlah hal yang mudah. Sebagai seorang fotografer landscape Anda pasti tahu hal ini bukan?

Mungkin, sekilas kadar flare dan ghosting terlihat cukup normal tapi kadang-kadang efeknya yang berat malah bisa membahayakan gambar. Karena setiap lensa bereaksi berbeda terhadap sumber cahaya terang, dengan beberapa memiliki pelapis khusus (special coating) dan optimasi optik lensa untuk meminimalisir flare dan ghosting tersebut, namun kerusakan yang diakibatkan bukan sesuatu yang dapat dengan mudah diprediksi. Terlalu banyak variabel yang terlibat dalam masalah ini seperti focal length, desain optik, coating, sudut sumber cahaya dan bahkan debu dalam lensa. Untuk mengetahui lebih dalam tentang hal ini silahkan baca pembahasan lengkap flare dan ghosting (klik di sini).

Jadi, apa yang Anda harus lakukan ketika Anda akan menembak momen sunrise / sunset yang indah dan Anda ingin menangkap matahari dalam gambar tanpa jejak flare atau ghosting? Suatu trik yang sangat membantu oleh fotografer Nasim Mansurov, teknik sederhana hanya menggunakan “jari” yang diterapkan olehnya selama bertahun-tahun, dan saya sangat berterima kasih karena beliau sudah mau membagi rahasianya untuk mengatasi masalah flare dan ghosting. Baik, sebelumnya saya ingin kita bersama-sama menganalisa beberapa hal terkait masalah flare dan ghosting. Saya harap Anda tidak jenuh membacanya.

1. Kerusakan Oleh Flare dan Ghosting

Mari kita lihat beberapa contoh gambar ketika matahari masuk dalam frame. Dan gambar pertama di bawah ini menunjukan posisi matahari tepat di tengah-tengah frame dan aperture sengaja dipersempit ke f/16 untuk menciptakan efek “sunburst“:

NIKON D750 + 24mm f/1.8 @ 24mm, ISO 100, 1/5, f/16.0 Photo credit © Nasim Mansurov

Sekarang Anda sudah tahu seperti apa itu sunburst. Dan gambar di atas adalah “upaya terbaik” untuk memotret matahari, karena kerusakan yang dihasilkan oleh ghosting dan flare sangat minim. Seperti yang Anda lihat, hanya terlihat “satu ghosting” saja pada bagian tengah bawah dari gambar, dan itu sangat mudah diperbaiki dengan Photoshop atau Lightroom. Kemudian ada beberapa alasan mengapa efek dari matahari tidak melakukan banyak kerusakan dalam gambar tersebut.

Pertama, adegan itu ditembak dengan focal length yang cukup pendek, 24mm pada kamera full-frame. Oleh sebab itu dalam hal ini focal length merupakan faktor penting, karena efek ghosting dan flare semakin buruk pada focal length yang panjang. Ini seperti yang saya jelaskan pada ulasan beberapa lensa tele.

Saat memotret dengan lensa sudut lebar (wide-angle), sumber cahaya terang seperti matahari menempati sebagian kecil dari frame, yang meminimalkan dampak cahaya terpental sekitar antara elemen lensa dan juga meminimalkan masalah ghosting dan flare. Pengambilan adegan yang lebih luas juga mengurangi dampak kerusakan pada area sekitar gambar. Jika Anda pernah memotret dengan lensa fisheye dan memasukkan matahari dalam frame, Anda akan melihat matahari menunjukkan sunbursts bahkan pada bukaan aperture yang lebar. Coba Anda lihatlah gambar di bawah ini yang ditangkap dengan lensa fisheye:

NIKON D7000 + 10.5mm f/2.8 @ 10.5mm, ISO 100, 1/160, f/11.0 Photo credit © Nasim Mansurov

Gambar di atas menggunakan focal length 10.5mm pada body crop-sensor, dan karena focal length sependek itu akibatnya matahari tampak kecil dalam frame, sehingga dengan mudah membentuk sunburst bahkan dengan bukaan aperture sekitar f/5.6 – f/8. Untuk gambar fisheye di atas menggunakan aperture lensa f/11 dan seperti yang Anda lihat, itu menciptakan sebuah burst yang cukup besar di sisi kiri atas dari frame. Tapi ada yang mengesankan pada gambar tersebut, bisakah Anda temukan? Tidak biasanya, gambar di atas tidak membawa pengaruh sinar matahari pada warna langit dan tidak memiliki dampak pada masalah shadow / highlight, rinciannya pun cukup jelas.

Masih mengenai foto fisheye di atas, bahwa bidang langit yang dekat dengan matahari tampak berwarna biru, jadi ini tidak menghawatirkan akan pemulihan rincian apapun dalam gambar atau mencoba menggunakan filter untuk mengatasi masalah eksposur. Selain itu, tidak ada jejak flare dan ghosting pada gambar. Jika gambar diambil dengan adegan yang sama namun menggunakan lensa dengan focal length yang panjang (lensa tele 70mm misalnya), kemungkinan besar banyak masalah kompleks yang perlu ditangani. Jadi selalu diingat ketika Anda memotret sebuah adegan yang memasukkan sumber cahaya terang (matahari atau apapun) dalam gambar Anda, ingat bahwa semakin panjang focal lensa, semakin banyak kerusakan ghosting dan flare pada gambar.

Kedua, gambar pertama di atas ditembak menggunakan lensa prime / fix berkualitas tinggi, khususnya Nikkor 24mm f/1.8G, yang tidak hanya memiliki formula optik yang canggih, tetapi juga teknologi lapisan-multi Nikon terbaru seperti Nano Coating dan Super Integrated Coating untuk mengurangi refleksi internal. Ini juga salah satu alasan utama mengapa kerusakan yang dihasilkan dari matahari sangat minim. Jadi kesimpulan dari alasan kedua ini bahwa lensa kelas “pro” atau kualitas premium lebih baik dalam hal menangani masalah flare dan ghosting. Catat!!

Back1 of 3

Lanjut Membaca

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha kami menyusun semua artikel di blog Kelasfotografi.com. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

More in Tips Trik

To Top