Terhubung Dengan Kami

Tips Trik

Tutorial Fotografi Panorama Menggunakan DSLR

Back1 of 3

Saya menulis tutorial ini bagi mereka yang ingin belajar tentang fotografi panorama dan bagaimana cara memotret dan menjahit panorama menggunakan sebuah point. Teknik ini terdiri dari dua bagian. Pertama, memotret beberapa adegan menggunakan kamera, lalu kedua, menggunakan software khusus untuk menyelaraskan dan menjahit semua gambar untuk membentuk satu gambar panorama. Saya akan mencoba menunjukkan cara untuk membuat gambar panorama yang menakjubkan dari suatu objek termasuk landscape.

Mungkin Anda pernah berdiri di atas sebuah bukit atau semacam outlook dan menikmati pemandangan yang indah mulai dari kiri ke kanan, membuat Anda memindahkan kepala hanya untuk melihat semua adegan yang ada? Jika Anda memiliki salah satu momen seperti itu, saya yakin Anda benar-benar berharap ingin mengabadikan keindahan yang Anda saksikan menggunakan kamera digital. Sementara beberapa kamera modern memiliki kemampuan merekam video dan Anda pasti bisa menangkap seluruh adegan melalui video. Tapi bagaimana jika Anda ingin merekamnya dalam sebuah gambar? Kabar baiknya adalah bahwa teknologi saat ini memungkinkan kita untuk menangkap adegan tersebut melalui teknik fotografi panorama.

Apa Itu Fotografi Panorama?

Fotografi panorama juga dikenal sebagai “fotografi format lebar”, adalah teknik khusus yang menjahit beberapa gambar yang dihasilkan oleh kamera yang sama, kemudian gambar-gambar tersebut digabung untuk membentuk satu foto lebar (vertikal atau horizontal). Istilah “panorama” secara harfiah berarti “melihat semua”, dan pertama kali berasal dari pelukis yang ingin menangkap pandangan yang luas dari landscape.

Foto-foto panorama pertama dibuat dengan hanya menyelaraskan hasil cetak film yang tidak berubah dengan sangat baik, karena itu hampir tidak mungkin untuk sempurna menyelaraskan beberapa foto. Dengan penemuan komputasi personal, kemajuan dalam perangkat lunak komputer dan fotografi digital, sekarang jauh lebih mudah untuk menggabungkan beberapa gambar digital bersama-sama menggunakan software khusus. Bahkan, menggunakan teknik fotografi yang tepat dan peralatan panorama, sekarang mungkin untuk membuat panorama hampir sempurna pada resolusi yang sangat tinggi. Beberapa fotografer bahkan menjahit ratusan gambar resolusi tinggi untuk membuat panorama “gigapixel” raksasa. Hari ini, fotografi panorama digital yang cukup populer dan umum tidak hanya di kalangan fotografer landscape, tetapi juga di kalangan arsitektur dan fotografer cityscape.

Fotografi panorama bisa menjadi cukup kompleks dan mahal, tergantung pada apa yang Anda coba lakukan. Misalnya, menciptakan gambar panorama dalam fotografi arsitektur membutuhkan kamera dan lensa yang harus dikalibrasi pada peralatan panorama khusus, untuk mencegah garis lengkung, distorsi dan jahitan yang tidak tepat pada objek dekat. Akan tetapi Anda masih dapat berhasil mengambil gambar panorama landscape besar tanpa harus investasi pada peralatan kamera, asalkan Anda tahu bagaimana melakukannya dengan benar. Pada artikel ini, saya akan fokus pada mengambil gambar panorama baik mengandalkan genggaman tangan atau dengan bantuan tripod, tanpa harus menghabiskan anggaran pada setiap peralatan tambahan.

Jenis Foto Panorama

Sedangkan kata “panorama” secara otomatis mengasumsikan bahwa itu akan menjadi gambar lebar horizontal atau vertikal. Menurut pendapat saya, tidak harus selalu seperti itu. Jika saya menjahit beberapa gambar bersama-sama dan ternyata masih seperti gambar persegi, saya masih menganggap itu sebagai gambar panorama resolusi tinggi. Berikut adalah bagaimana saya mendefinisikan gambar panorama:

1) Wide Angle Panorama – sesuatu yang tampak seperti foto sudut lebar, yang mencakup kurang dari 180 derajat, entah itu horizontal atau vertikal. Panorama sudut lebar bahkan dapat terlihat seperti gambar biasa, kecuali mereka dijahit dengan tambahan beberapa foto lagi dan karena itu ia akan memiliki resolusi lebih.

2) 180 Degree Panorama – ini panorama yang mencakup 180 derajat dari kiri ke kanan. Jenis panorama ini terlihat sangat lebar, meliputi area yang luas.

3) 360 Degree Panorama – untuk panorama yang satu ini mencakup hingga 360 derajat. Jenis panorama ini terlihat lebih luas lagi dan meliputi seluruh adegan dalam satu gambar super lebar.

4) Spherical Panorama – juga dikenal sebagai “planets”. Ini adalah panorama 360 derajat yang dikonversi ke gambar bola menggunakan teknik post-processing khusus.

Bagaimana Cara Memotret Panorama?

Sekarang mari kita membahas pokoknya, bagaimana cara Anda menangkap gambar yang akan digunakan untuk membuat panorama? Di sini saya menuliskan dua cara untuk menangkap gambar panorama:

1. Mengambil Gambar Horizontal – metode yang mudah dan cepat untuk membuat panorama, di mana resolusi tidak begitu penting. Berikut adalah contoh panorama yang terdiri dari dua gambar horizontal:

2. Mengambil Gambar Vertikal – cara yang lebih disukai untuk menangkap panorama. Gambar vertikal menangkap lebih banyak area langit dan tanah, sehingga menghasilkan panorama resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang horizontal. Berikut adalah empat tembakan vertikal yang kemudian dijahit menjadi satu foto panorama:

Saya pribadi mencoba menghindari menembak secara horizontal, karena khawatir kehilangan terlalu banyak resolusi akibat terjadi beberapa cropping yang diperlukan setelah panorama dijahit melalui software khusus. Panorama vertikal jauh lebih baik dalam hal itu dan mereka selalu menghasilkan resolusi yang lebih baik daripada panorama horizontal.

Coba Anda lihat kembali dua contoh gambar panorama di atas, semua gambar saling tumpang tindih sekitar 50%. Cara tersebut agar software apapun yang digunakan untuk menjahit gambar-gambar panorama, harus saling tumpang tindih dengan margin tertentu, sehingga poin keselarasan diidentifikasi dengan benar. Poin keselarasan berfungsi sebagai flag untuk algoritma jahitan yang mulus menggabungkan gambar dan memotong sisa gambar. Margin tumpang tindih adalah subjek dari opini dan sementara beberapa orang merekomendasikan 20-30% tumpang tindih, saya pribadi melakukannya dengan sekitar 50%.

Back1 of 3

Pengunjung yang terhormat mohon untuk tidak menduplikat artikel ini. Hargai usaha kami menyusun semua artikel di blog Kelasfotografi.com. Silahkan ambil referensi tapi jangan menduplikatnya.

More in Tips Trik

To Top